20 Tahun Selasar Sunaryo Art Space Lawangkala

20 Tahun Selasar Sunaryo Art Space
Lawangkala
Pameran Tunggal Sunaryo
16 September – 23 December 2018
Ruang A, Ruang B, Ruang Sayap
Kurator: Agung Hujatnikajennong

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) adalah realisasi dari impian Sunaryo untuk mendukung perkembangan seni rupa di Indonesia. Hari ini, sebagai institusi, SSAS telah menjadi salah satu pemain kunci dalam lanskap seni-budaya Indonesia. Secara literal, kata “Selasar” menggambarkan sebuah area terbuka yang menyambungkan satu ruang menuju ruang lainnya. Konsep utama dari “Selasar”, juga merefleksikan tujuan dari ruang ini untuk mempertemukan karya seni pada audiensnya, dan mempertemukan kebudayaan yang berbeda.

Sejak diresmikan 1998 silam, SSAS tak terpisahkan dari sosok Sunaryo, seorang seniman yang lahir tahun 1943 di Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Ia memulai karier artistiknya sejak belajar di Studio Seni Patung, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung. Setelah menyelesaikan studinya, di tahun 1975 ia melanjutkan studi marmer di Carrara, Italia. Sekembalinya ke Indonesia, Sunaryo kemudian menjadi dosen di alma maternya. Sebagai seniman, Sunaryo dikenal sebagai pencipta sejumlah monumen publik di Bandung dan Jakarta contohnya Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (MONPERA) di Bandung dan Patung Jenderal Sudirman di Jakarta. Pengabdian Sunaryo di bidang seni budaya selama hidupnya telah menghasilkan beberapa penghargaan seperti Penghargaan Akademi Jakarta, Lifetime Achievement dari Art Stage Jakarta dan Jogja Biennale tahun 2017 lalu, dan penghargaan Chevalier dans L’ordre des Arts et Lettres oleh Kementerian Kebudayaan Perancis.

Dalam praktik artistiknya, Sunaryo seringkali menaruh perhatian pada isu-isu sosial politik dan lingkungan. Seperti dalam pameran Titik Nadir (The Inferno) yang merupakan pameran peresmian Selasar Seni Sunaryo, nama sebelumnya dari SSAS. Saat itu (1998) merupakan masa-masa kekacauan dan nestapa bagi rakyat Indonesia: runtuhnya rezim Orde Baru diiringi krisis ekonomi dan sosial. Alih-alih menampilkan karya-karyanya dengan indah untuk pembukaan, Sunaryo membungkus seluruh karya dan sebagian bangunan SSAS dengan kain hitam.

September 2018 merupakan ulang tahun ke-20 dari Selasar Sunaryo Art Space. Untuk memperingati peristiwa ini, SSAS mempersembahkan pameran tunggal Sunaryo di Ruang A, Ruang B, dan ruang Sayap. Pameran ini akan menampilkan karya-karya terbaru sang maestro berupa instalasi dan karya multidisiplin dari bambu dan bahan-bahan berbasis serat untuk merealisasikan gagasannya tentang kesementaraan, seperti hidup manusia yang hanya selewat saja.

SSAS kini berdiri berdampingan dengan Wot Batu dan Bale Project di bawah Yayasan Selasar Sunaryo. Sehubungan dengan peringatan 20 tahun SSAS, kami dengan bangga mempersembahkan dua buah program spesial dari masing-masing institusi. Untuk mendampingi pameran tunggal Sunaryo, Bale Project menggagas sebuah pameran bersama dan akan diadakan di Bale Tonggoh. Terakhir, nikmati makan malam yang dirancang secara khusus untuk menjamu tamu-tamu yang terhormat di Wot Batu, sembari menikmati pameran tunggal Septian Harriyoga di taman batu tersebut.

Kami juga dengan bangga mengumumkan bahwa IndoArtNow ialah official host untuk perhelatan ini. Serangkaian kunjungan ke galeri dan studio seniman telah dirancang untuk menghubungkan anda dengan medan seni rupa Bandung. Kami berharap melalui acara ini seluruh tamu, baik lokal maupun internasional, dapat memiliki sekelumit gambaran dan pengalaman terhadap medan seni rupa kontemporer Bandung yang beragam dan dinamis.

TENTANG BALE PROJECT

Didirikan pada tahun 2015, Bale Project adalah divisi yang mengkhususkan diri dalam perencanaan strategi dan bisnis, serta mengelola partisipasi seniman Indonesia di pasar seni global. Ditujukan untuk menjadi peserta inventif di pasar yang dipilih di seluruh dunia, upaya Bale Project akan dimulai di Indonesia dan membawa seniman Indonesia untuk diakui baik secara lokal maupun Internasional.

Tujuan Bale Project adalah menjadi platform di mana calon seniman Indonesia, kurator dan organisasi seni akan dapat memperoleh nilai pendidikan dan bisnis dari pasar seni global yang terus berkembang.

AGENDA

SSAS/AS/IDEAS

Bale Project Berkolaborasi dengan 20 Seniman

Durasi Pameran : 15 September – 4 November 2018

Tempat : Bale Tonggoh, Selasar Sunaryo Art Space

Jl. Bukit Pakar Timur No. 100

Ciburial, Cimenyan, Bandung, 40198

Kurator : Hendro Wiyanto

Turut meramaikan perayaan ulang tahun Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) yang ke 20 tahun, Bale Project dengan bangga mempersembahkan SSAS/AS/IDEAS: Bale Project Berkolaborasi dengan 20 Seniman yang akan dibuka bersamaan dengan pameran tunggal Sunaryo di SSAS. Menampilkan karya-karya dari 20 seniman kontemporer dari Bandung dan sekitarnya, pameran ini bertujuan untuk menampilkan gagasan mengenai materialitas dan performativitas dalam eksplorasi medium, yang terinspirasi dari keunikan artistik karya-karya Sunaryo. Berfungsi sebagai wadah berkumpul dari pecinta dan pekerja seni, pameran ini diikuti oleh seniman-seniman muda maupun seniman senior, yang sebelumnya pernah berasosiasi dengan Bandung dan SSAS.

Seniman Partisipan:

Abdi Karya, Agus Suwage, Arin Dwihartanto Sunaryo, Bandu Darmawan, Cecep M. Taufik, Chusin Setiadikara, Hedi Soetardja x Sunaryo, Made Wiguna Valasara, Irfan Hendrian, Iwan Yusuf, Joko Avianto, M. Reggie Aquara, Maharani Mancanagara, Mella Jaarsma, Nurdian Ichsan, Nurrachmat Widyasena, Patriot Mukmin, Windi Apriani, Yuli Prayitno.

AGENDA Circle Pameran Tunggal Septian Harriyoga

Durasi Pameran : 7 September – 7 Oktober 2018

Tempat : Wot Batu

Jl. Bukit Pakar Timur No. 98 #1 Ciburial, Cimenyan, Bandung, 40198

Kurator : Asmudjo Jono Irianto

Septian Harriyoga lahir di Jakarta, 4 September 1977. Saat ini ia tinggal dan bekerja di Bandung. Septian lulus tahun 2004 dari Studio Seni Patung, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung. Karya patungnya terbuat dari andesit, besi, logam, dan duralumin. Septian sangat menonjolkan aspek proses kreasi, sebuah tahap yang sangat penting dalam tradisi kerja studio. Ia menikmati proses membelah batu, memotong logam, membentuk, menghaluskan, dan memolesnya. Pada saat yang bersamaan, Septian juga kerap bermain dengan asosiasi bentuk dan figur. Kinetika hadir dalam karya-karya Septian sebagai pemicu ragam tafsir dari eksplorasi bentuk yang dilakukan oleh sang seniman.

Untuk pertama kalinya, Septian Harriyoga menggarap karya kinetik site-specific , berlokasi di Wot Batu. Wot Batu didirikan oleh Sunaryo dan memiliki arti “Jembatan Batu” yang menghubungkan jiwa dan perjalanan spiritual Sunaryo. Melalui medium alumunium, motor penggerak dan gear karya-karya kinetik Septian menghadirkan kesadaran tentang gerak dan siklus alam. Melalui geraknya, karya-karya Septian tersebut “perform” menegaskan pola dan simbolisasi Wot Batu. Kehadiran karya-karya Septian di Wot Batu seperti menggugah kembali kesadaran kita tentang relasi antara nature dan culture yg tampaknya semakin menjauhi harmoni.

Info lebih lanjut:

Dea Aprilia Manajer Program

Selasar Sunaryo Art Space +6281320009997 program@selasarsunaryo.com

Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) merupakan perwujudan dari impian Sunaryo untuk berkontribusi dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. September 2018 menandai tahun keduapuluh dari perjalanan SSAS. Untuk menandai hal tersebut, SSAS mempersembahkan Lawangkala: Pameran Tunggal Sunaryo di Ruang A, Ruang B, dan Ruang Sayap. Pameran ini menampilkan karya-karya terbaru sang maestro, berupa instalasi multidisipliner berbahan bambu dan material berbasis serat untuk mengangkat gagasan tentang kesementaraan, seperti halnya hidup manusia yang yang berlalu dalam ruang dan waktu.

SSAS/AS/IDEAS
Bale Project berkolaborasi dengan 20 Seniman
16 September – 4 November 2018
Bale Tonggoh
Kurator: Hendro Wiyanto

Turut meramaikan perayaan ulang tahun Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) yang ke 20 tahun, Bale Project dengan bangga mempersembahkan SSAS/AS/IDEAS: Bale Project Berkolaborasi dengan 20 Seniman yang akan dibuka bersamaan dengan pameran tunggal Sunaryo di SSAS. Menampilkan karya-karya dari 20 seniman kontemporer dari Bandung dan sekitarnya, pameran ini bertujuan untuk menampilkan gagasan mengenai materialitas dan performativitas dalam eksplorasi medium, yang terinspirasi dari keunikan artistik karya-karya Sunaryo.

Terkait kedua pameran tersebut, kami mengundang rekan-rekan media untuk hadir akan dilaksanakan sesi preview pameran dan tur untuk media pada:

Hari/tanggal    :    Jumat, 14 September 2018
Waktu             :     Pukul 15.00 WIB
Tempat            :    Mulai dari pelataran parkir Selasar Sunaryo Art Space
Pembicara       :    Agung Hujatnikajennong, kurator pameran Lawangkala
Hendro Wiyanto, kurator pameran SSAS/AS/IDEAS

Karena tersedia press kit untuk rekan-rekan media dalam jumlah yang terbatas,
mohon melakukan konfirmasi kehadiran ke +6282313708164 (Eka), atau +6281320009997 (Dea).
Bersama surat ini kami lampirkan juga siaran pers sebagai gambaran rangkaian acara.
Terima kasih atas perhatiannya. Kami sangat berharap rekan-rekan dapat hadir dalam acara ini.

Salam hormat.

You may also like...