#IStandWithAhmed. Hastag ini beredar sejak Rabu pagi di ribuan akun Twitter. Ini merupakan gelombang dukungan buat si remaja Amerika itu yang telah menciptakan suasana tidak nyaman dan harus ditahan karena membawanya ke sekolah….sebuah jam wekker buah tangan sendiri, dan para gurunya menganggap itu sebagai bom.

Senin pagi, Ahmed Mohamed tidak di sekolah MacArthur kota Irvingm di Texas, sambil membawa koper kecil yang dia banggakan di tas sekolahnya. Dia perlihatkan bawaannya itu kepada guru teknologinya: sebuah sirkuit elektronik, rangkaian kabel, dan sebuah layar penunjuk angka. Jam wekker digital. Itu buah karyanya. Dan itu bukan sesuatu yang istimewa: dia biin itu dalam tempo 20 menit kemarin malam. Dia bangga sekali, kutip Dallas Morning News. Ahmed membuat radio saat-saat senggang, dia perbaiki sendiri semua peralatan elektroniknya, dan dia kerap mendatangi klub robot di sekolahnya. Dia berharap menemuan sanggar pecinta hi-tech saat masuk sekolah setelah liburan.

Wah, bagus itu,“komentar gurunya sebelum mengatakan,”Jangan kasih lihat siapa pun ya?”.  Ahmed tidak tahu mengapa alasannya, tetapi dia tetap patuh bahwa jam wekkernya tidak berbunyi pada jam pelajaran bahasa Inggris. Di akhir pelajaran, jam berbunyi dan dia perlihatkan jamnya itu kepada gurunya dan dia harus berhadapan dengan kepala sekolah serta keluar dari kelas diborgol polisi dibawah ke sebuah ruang kosong diinterogasi 2 jam.

Dalam interogasi itu Ahmed baru menyadari dirinya adalah kulit berwarna dan memiliki nama yang tidak disukai lantaran mata para polisi itu mengandung tuduhan,”Kamu mau coba-coba bikin bom ya?!” Tanya polisi.”Enggak pak, ini cuma jam wekker.” Tetapi kilahan Ahmed sudah meyakinkan lantaran buah karyanya rapi dengan kabel-kabel yang njlimet dan bagi polisi itu,”Ini mirip bom dalam film-film.”Dan Ahmed, sudah pasti, adalah seorang teroris dalam seperti dalam film…

Ringkasnya, Ahmed dikurung selama 2 jam dan dicecar dengan pertanyaan.”Sepengetahuan kami, dia tidak pernah mengatakan itu adalah sebuah bom.”jelas juru bicara kepolisian.”Dia tetap bertahan bahwa itu adalah jam wekker, tetapi dia tidak bisa menjelaskan dengan baik. Untuk tujuan apa dia bikin benda itu?” Sudah tentu, untuk penunjuk waktu…

 Meski tidak ada yang bisa membuktikan bahwa benda itu berbahaya, remaja 14 tahun itu tetap diskorsing dari sekolahnya selama 3 hari, diborgol dan dibawa ke pusat penjara anak-anak untuk diambil sidik jari digitalnya. Beruntung dia lekas bebas. Meski polisi berharap ada laporan mengembangkan tuduhan Ahmed membuat bom, sebelum melakukan penyidikan.
Embedded image permalink

Anil Dash ‏@anildash I expect they will have more to say tomorrow, but Ahmed’s sister asked me to share this photo. A NASA shirt!

Ketakadilan rasial

Dengan segera tema ilmiah dan antirasis menderu di jaringan sosmed. Mengapa susah menerima dan memahami bahwa seorang guru menerima muridnya berkulit berwarna ingin membuat jam wekker untuk tidak meledakkan kawan-kawannya, tetapi untuk cinta pada sains?

 

Embedded image permalink

Irving PD chief: Student won’t be charged over ‘suspicious device’ determined to be a clock http://on.wfaa.com/1iP7ljJ

Ahmed yang baru saja mendaftar di Twitter, langsung mendapat 70.000 follower Kamis kemarin. Bahkan mendapat perhatian dari Hillary Clinton, ribuan dukungam undangan untuk berkunjung  Nasa, tawaran magang di Twitter, dan bahkan Obama menawarinya untuk bertemu di Gedung Putih.

Embedded image permalink

Emily Lakdawalla @IStandWithAhmed Because building a clock is one of the first things would-be electronics geeks do.

 

Sambil menunggu untuk diizinkan kembali ke sekolah, Ahmed mengucapkan terimakah kepada seluruh pendukungnya di internet dan menghimbau,”Hentikan ketakadilan rasial dan jangan lagi itu terjadi.”

Embedded image permalink

“Thank you fellow supporters. We can ban together to stop this racial inequality and prevent this from happening again”