Album Bob Dylan, Beatles, dan Rolling Stones

(KY/05/01/2015).  Teknisi rekaman Glyn Johns mengungkapkan, sekitar 45 tahun silam,  ia merencanakan sebuah proyek album rock dari para super legendaris 60an–Bob Dylan, The Beatles,  dan Rolling Stones– yang bisa saja mengubah wajah musik rock.

Tetapi, ide tadi tidak murni  datang dari Glyn.

Adegan itu terjadi pada 1969, di sebuah bandara di New York,  Bob Dylan menantang Glyn Johns sebuah megaproyek rock eksklusif: Dylan ingin membuat album rock bersama The Beatles dan The Rolling Stones.

Tidak lebih tidak kurang,.Ide itu datang dari raja folk ini. Majalah musik Amerika Rolling Stone tahun lalu menyiarkan anekdot ini. Dan beberapa hari kemudian Glyn Johns membeberkan secara rinci dalam otobiografinya Sound of man.

Paul McCartney dan Mick Jagger menolak

Glyn yang memang dekat kedua grup Inggris yang lagi berinvansi ke Amerika, tanpa ragu menerima tantangan Bob Dylan. Dia mengontak Beatles dan Rolling Stones untuk membicarakan proyek megarock itu.

“Keith Richard dan George Harrison menganggap ide ini fantastik. Tidak heran, karena keduanya pengagum Dylan. Sedangkan Ringo Starr, Charlie Watts, dan Bill Wyman pada prinsipnya tidak keberatan asalkan semua setuju.”

Tetapi, John Lennon tampak tidak menolak, tapi dia tidak tertarik pada ide itu. Sedangkan Paul McCartney dan Mick Jagger menolak mentah-mentah.

“Aku rasa Paul dan Mick sah-sah saja menolak. Dan aku bujuk mereka, apa kata dunia jika tiga group raksasa dunia bikin album bersama? Apa jadinya sejarah musik ini?”kenang Glyn.

Glyn memang tidak putus asa. Dia berkeras. Dia bahkan menyiapkan porsi-porsi ritmik penting buat Mick dan Keith, Paul dan John, Bob dan George. Setelah dipilihkan  bagian-bagian paling ritmis untuk kedua group rock itu lalu dikawinkan dengan folksong Dylan.

Sayang ide menguap, lantaran ketiga group raksasa ini ogah bertemu kembali. (KY)

You may also like...

Leave a Reply