Amerika Gunakan Bom Non-Nuklir Terkuat Untuk Hadapi Kaum Jihadis Afghanistan

Image result for Afghanistan : les Etats-Unis larguent la bombe non-nucléaire la plus puissante jamais utilisée

Penyerangan itu ini dimaksudkan untuk membantu pasukan AS dan Afghanistan di darat dalam pertempuran mereka melawan Taliban dan kelompok ISIS.

Amerika Serikat menjatuhkan, Kamis 13 April melawan kelompok ISIS di Afghanistan, bom non-nuklir paling kuat yang tidak pernah digunakan.

Image result for Afghanistan : les Etats-Unis larguent la bombe non-nucléaire la plus puissante jamais utilisée

Serangan dengan bom GBU-43 berkekuatan lebih dari 10 000 kg menargetkan “jaringan gua” di provinsi Nangarhar (Afghanistan timur), di sana seorang tentara AS tewas dalam operasi di akhir pekan lalu saat kaum jihadis, jelas juru bicara Pentagon.

Image result for Afghanistan : les Etats-Unis larguent la bombe non-nucléaire la plus puissante jamais utilisée

CENTCOM: GBU-43 MOAB bomb dropped in Afghanistan —http://trib.al/bqr7hdK 

Dukungan untuk pasukan Afghanistan dan Amerika 

Bom  besar ini  dipandu GPS, beberapa meter panjangnya, yang tidak pernah digunakan dalam pertempuran sebelumnya, dijatuhkan dalam mendukung pasukan Afghanistan dan AS yang beroperasi di wilayah tersebut, begitu menurut Pentagon. Amerika Serikat memiliki sekitar 8.400 tentara di Afghanistan. Mereka melatih, memberi saran dan mendukung pasukan Afghanistan dalam perjuangan mereka melawan Taliban dan kelompok ISIS.

Sementara ini kerugian mereka pasti meningkat, kaum jihadis menggunakan bunker dan terowongan untuk memperkuat pertahanan mereka, begitu dinyatakan  oleh Jenderal John Nicholson, kepala pasukan AS di Afghanistan.

Image result for Afghanistan : les Etats-Unis larguent la bombe non-nucléaire la plus puissante jamais utilisée

“Bom GBU-43 adalah amunisi yang tepat untuk mengatasi hambatan tersebut dan menjaga momentum kampanye kami melawan kelompok Negara Islam di Afghanistan.” Ia menambahkan. “Kami harus hambat mereka dan memotong gerakan mereka, itulah yang kami lakukan,” kata juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer, selama konferensi pers-nya.

Menurut Angkatan Udara AS, tes terakhir dari bom GBU-43, pada tahun 2003, menyebabkan awan gumpalan debu dan asap terlihat lebih dari 32 kilometer jauhnya. Ledakan bom besar ini disebut MOAB (Massive Ordnance Air Blast).

Related image

You may also like...