Anak Murai Ekor Pendek dari Jawa Diloloh Boneka di Bonbin Praha

Murai berekor pendek, spesies yang terancam punah, diloloh secara artifisial di Kebun Binatang Praha. 17 April 2018. © AFP / Michal CIZEK

Kebun binatang di Praha pada hari Selasa menyambut pertumbuhan  anak murai hijau berekor pendek, spesies burung yang sangat terancam punah, sebagian berkat teknik pemberian makan model baru, yakni menggunakan semacam boneka.

Kebun Binatang Praha saat ini menampung enam murai berekor pendek (“Cissa thalassina”) termasuk dua yang kecil. Salah satunya diberi makan dengan klip pegas tipis dan boneka, digerakkan oleh tangan, meniru burung yang dikenal dengan bulunya yang biru kehijauan dan paruh merah cerah.

“Ketika kami menemukan telur pecah di bawah sepasang yang bersarang, kami segera mengambil yang kedua,” kata Antonin Vaidl kepada AFP, kepala departemen burung, menambahkan bahwa anak murai itu lahir pada bulan Maret, dalam sebuah inkubator.

Tujuan menggunakan boneka yang meniru murai dewasa adalah, dia menjelaskan, untuk mencegah adopsi oleh kebiasaan yang salah yang menghubungkannya dengan manusia, yang akan membuatnya mustahil untuk mereproduksi lagi.

Seekor murai berekor pendek yang diberi makan oleh sejenis boneka di Kebun Binatang Praha. / © AFP / Michal CIZEK

Murai ekor pendek Jawa adalah salah satu “spesies burung terlangka di dunia,” kata Vaidl. Menurutnya, hanya ada sekitar 100 ekor di dunia, yang bebas atau di penangkaran.

“Menurut perkiraan pesimis, hanya ada sekitar lima puluh burung dari spesies ini di Indonesia, negara asalnya,” katanya.

Menurut survei 2016 yang dilakukan oleh jaringan pemantauan perdagangan satwa liar, TRAFFIC, tidak kurang dari tiga belas spesies burung Indonesia termasuk murai ekor pendek dan elang Jawa, simbol negara itu, terancam punah, terutama karena perdagangan hewan.

Sepasang pertama pirolles berekor pendek bergabung dengan Kebun Binatang Praha pada tahun 2015.

Sepasang burung murai ekor pendek berkembang biak di Kebun Binatang Praha pada tahun 2015, untuk pertama kalinya di Eropa. 17 April 2018. / © AFP / Michal CIZEK

Pasangan ini adalah yang pertama di Eropa untuk berkembang biak di penangkaran, melahirkan tiga anak sekaligus. “Sampai saat itu diyakini bahwa dua adalah maksimum,” kata Vaidl menambahkan bahwa Kebun Binatang Praha telah berhasil membiakkan total lima burung dari spesies ini.

You may also like...