Atraksi Akrobat Api Pukau Pengunjung Malioboro

Foto Koran Yogya.

Bukan hanya debus, permainan api menjadi atraksi lain para mahasiswa asal banten (Shazkiya/KY)

Yogyakarta merupakan kota pelajar dan kota wisata yang paling terkenal di Indonesia bahkan seluruh dunia. Keelokan panorama alam serta keramahan penduduk asli Yogyakarta membuat wisatawan ingin lebih lama tinggal di Yogyakarta. Bahkan tidak sedikit wisatawan asing maupun lokal memutuskan untuk menjadi penduduk tetap di Yogyakarta. Yogyakarta selalu menjadi kota incaran masyarakat luar daerah sebagai piranti penghubung untuk mempromosikan atau mengenalkan budaya asli provinsi mereka di Yogyakarta.

Keluarga Banten Yogyakarta bersama dengan Kantor Penghubung Pemprov Banten kembali menggelar acara mereka yang selalu di laksanakan selama 2 tahun sekali. Acara ini berlangsung pada Sabtu  9 September 2017, pukul 15.00 WIB – selesai, dan bertempatan di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta. Kegiatan ini turut mengundang perwakilan Kantor Penghubung Pemprov Yogyakarta, Dinas Pariwisata Yogyakarta, dan  Kepala Dinas Pariwisata Prov.Banten serta Gubernur Banten.

Foto Koran Yogya.

Musik tradisional, bagian ekspresi tak terpisahkan khas Bantem (Shzakiya/KY)

“Malam ini merupakan malamnya mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari provinsi Banten yang ada di Yogyakarta, tidak lain acara ini bertujuan untuk ajang promosi sekaligus untuk mengenalkan kesenian-kesenian Banten di Yogyakarta. Kita tahu bahwa di Yogyakarta ini adalah miniatur Indonesia yang dimana Yogyakarta sebagai tempat atau pusat dari promosi terbaik se-Indonesia, dan Gubernur baru Banten menargetkan bahwa tahun ini mencapai empat juta wisatawan untuk ke Provinsi Banten” tutur salah satu panitia Banten Culture Festival

Hampir mayoritas penduduk Banten memeluk Islam dengan semangat religius yang tinggi. Ciri khas masyarakat budaya Banten adalah seni bela diri Pencak Silat dan Debus yang sudah sangat dikenal sebagai salah satu iconic kesenian tradisional milik Banten. “Harapan kami untuk acara ini , yang di harapkan di Yogyakarta ini untuk mempromosikan Banten menjadi kota wisata religi selain Banyuwangi.

Karena seperti yang kita tahu Banten terkenal dengan banyaknya jejak kerajaan Islam salah tokohnya adalah Sultan Maulana Hasanudin Al Bantani. Banten sendiri juga tidak kalah dengan pesonanya Bali, karena disana masih banyak potensi-potensi wisata yang tersembunyi. Jadi diharapkan dengan adanya promosi ini bisa meningkatkan pariwisata-pariwisata di Banten khususnya itu bisa berkembang lebih pesat lagi, dan juga selain pantai kita juga punya wisata ujung kulon untuk melihat badak. Jadi, bahwa turis itu untuk dia membayar uang mahal sekitar 20 juta lebih hanya sekedar untuk melihat badak. Maka dari itu, kita kembangkan potensi yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon  dan juga beberapa pantai yang ada disana” ucap ketua panitia Banten Culture Festival.

Foto Koran Yogya.

Musik perkusi atraksi yang memikat penonton BCF (Shazkiya/KY)

Banten merupakan provinsi yang banyak menggabungkan kawasan industri terpenting di Indonesia dan juga memiliki kawasan rekreasi yang diperluas  di sepanjang pantai Jawa Barat  dan di selatan Taman Nasional Ujung Kulon, serta di daerah pegunungan merupakan tempat tinggal asli penduduk Banten yaitu orang-orang suku Baduy. Banten Culture Festival tidak hanya sekedar menyuguhkan pertunjukkan maupun atraksi , disana juga terdapat booth makanan khas suku Baduy.

BCF atau Banten Culture Festival berlangsung dengan sangat meriah. Tidak sedikit jumlah pengunjung Malioboro yang terpukau datang ke acara BCF dan untuk duduk lesehan mengotori pakaian mereka karena kursi yang disediakan panitia BCF tidak dapat memuat semua penonton yang begitu banyak. Acara ini mempersembahkan beberapa kesenian tradisional Banten yang asli langsung dilakonkan oleh orang-orang Banten.

Tidak hanya itu, pertunjukkan seniman Malioboro juga ikut meramaikan acara ini. Puncak dari acara ini adalah atraksi debus, dimana atraksi itu merupakan sesi pertunjukkan yang paling ditunggu-tunggu oleh penonton. Semburan api yang menyala-nyala dan panas mengobarkan semangat tepuk tangan penonton dan memukau pengunjung Malioboro untuk ikut merapat dengan penonton lainnya.

Shazkiya Permata Biru

You may also like...