Ayatullah Khamenei Mengajak Umat Islam Dunia Mengelola Ka’bah

INTERNASIONAL—Satu menjelang pelaksanaan haji, Ayatullah Khamenei dengan keras menyerang Arab Saudi, Senin (5/9), terutama mengritik keputusan Kerajaan Arab Saudi yang tahun ini melarang umat Islam Iran pergi haji.

Aytullah Khamenei, 2 Juli 2016, saat berpidato di depan para mahasiswa di Teheran.© HO / KHAMENEI.IR / AFP |

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, Senin 5 September, melakukan serangan keras terhadap par apemimpin Arab Saudi beberapa hari menjelang ibadah haji karena tahun ini Arab Saudi melarang warga Iran melakukan ibadah haji di Mekkah.

Dunia Islam, begitu pula para pemimpinnya, harus mengenali para pempimpin Arab Saudi yang bertabiat tidak sopan, tidak beriman dan picik!” seru pemimpin agama tertinggi Iran dalam pesan yang ditujukan untuk menyambut ibadah haji yang akan diselenggarakan satu minggu lagi.

Ia mendorong umat Islam dunia untuk memikirkan secara serius pengelolaan tempat suci yang terletak di Arab Saudi itu, yakni Mekkah dan Madinah.”Jika kita berdiam diri saja diatur-atur oleh Arab Saudi, maka dunia Islam akan membentur pelbagai persoalan besar.”

Serangan keras pimpinan agama tertinggi Iran itu sangat jelas tendensinya. Bahwa kini antara Riyad dan Teheran tidak terdapat lagi hubungan diplomatik. Kedua negara besar ini memang saling berebut pengaruh di Timur Tengah. Hubungan diplomatik kedua negara itu rontok setahun silam, ketika Arab Saudi memutuskan tidak akan lagi bersahabat dengan Iran, hanya gara-gara ketika terjadi kekacauan jemaah yang menyebabkan 2.300 korban nyawa, 464 di antaranya jemaah Iran,  dan ketika itu Iran menuduh keluarga kerajaan Arab Saudi yang menjadi pangkal kecelakaan. Dikritik dan diancam akan membawa kasus itu ke penyelidikan, Aran Saudi langsung memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran.

Maka inilah kali pertama warga Iran, selama tiga dekade belakangan, terhalangi untuk dapat perhi haji karena tidak memiliki hubungan diplomatik.

Penyerangan Kedutaan Arab Saudi 

Larangan yang dilakukan pempinpin Arab Saudi kepada warga Iran untuk beribadah haji adalah perbuatan aib, tindakan itu adalah cerminan kekuasaan opresif Arab Saudi yang bergandengan tangan dengan Zionis dan Amerika!” kecam Ali Khamenei.

Alih-alih meminta maaf kepada negerimya, lanjut Ali Khamenei, Arab Saudi justru memojokkan Iran sebagai negara yang suka menggangu tetangga padahal Iran adalah negeri yang membawa panji-panji Islam internasional.

Arab Saudi sebagai negara Islam justru melakukan tindakan tidak terpuji dengan membiayai perang antar wargamuslim di Yaman, Irak, Suriah, Libya dan di negara-negar lain. Itu tidak dapat diterima,” pungkas Ali Khamenei.

Kedua negara ini memang secara tidak langsung terlibat dalam perang yang sengit. Di setiap negeri Islam Arab Saudi terlibat perang, maka yang dihadapi sesungguhnya adalah Iran. Di Yaman, Iran mendukung kelompok Huti, di Suriah Iran mendukung BsyarAl Assad yang ingin diruntuhkan oleh Arab Saudi dan Amerika. (KY-34)

You may also like...