Banyak Perkosaan Di Kampus, Harvard Melarang Dosen Pacaran Dengan Mahasiswa S1

Universitas Amerika yang paling prestisius ini baru saja menurunkan peraturan yang melarang terjadinya hubungan asmara antara dosen dengan mahasiswa S1. Sebagian besar universitas Amerika memang menghindarkan dosen-dosennye berpacaran dengan mahasiswanya, tetapi tidak ada yang melarang untuk jenis perilaku ini.

“Anak-anak muda itu datang ke universitas adalah untuk belajar bersama kami, kami berada di antara mereka bukan untuk menjalin hubungan asmara,”kata Alison Johnson, dosen sejarah  di Harvard dan pemimpin kelompok para dosen yang memutuskan untuk melarang hubungan asmara antara dosen dan mahasiswa S1. Peraturan ini secara istimewa diberlakukan di Fakultas Seni dan Sains yang lebih banyak menerima mahasiswa S1. Sedangkan untuk mahasiswa S2 dan S3, larangan hanya ditujukan kepada pengajar atau dosen pembimbing tesis atau disertasi.

Inisiatif Harvard untuk mengeksplisitkan peraturan itu, karena pada hakikatnya semua universitas Amerika setuju dengan peraturan itu tetapi tidak menegaskan sebagai larangan. Seperti yang diindikasikan oleh  agensi press Bloomberg, yang mengungkapkan bahwa banyak universitas yang tidak mendukung jenis perilaku itu tetapi tidak melarangnya. Fakta munculnya kecenderungan ini, belum lama lalu serombongan dosen di seluruh Amerika menolak larangan itu, sementara univeritas-universitas bergengsi lainnya seperti Universitas Connecticut, Yale dan kemudian menyusul Harvard menghendaki larangan itu ditetapkan.

Harvard universitas paling berkualitas secara akademik, tetapi rentan dalam sosal seksual

Harvard universitas paling berkualitas secara akademik, tetapi rentan dalam soal seksual (Istimewa)

Meningkatnya serangan seksual di kampus

Aktualisasi peraturan itu memunculkan reaksi di kampus. Karena mayoritas mahasiswa dan orang tua mahasiwa yakin bahwa peraturan itu efektif.” Ini sepantasnya diberlakukan di kampus mana pun,”kata Jack Smith, dosen sosiologi.”Itu pendapat banyak orang yang saya jumpai.”

Larangan ini tercatat dalam sebuah konteks krisis sejumlah besar universitas Amerika dalam hubungannya dengan meningkatnya pemerkosaan dan serangan seksual  di kampus-kampus. Bahkan fenomena ini  menjadi perhatian Gedung Putih. Mendiknas Amerika bahkan menerbitkan daftar 55 kampus Amerika yang tengah jadi penyelidikan Polisi Federal lantaran laporan pelecehan atau kekerasan seksual. Harvard pun masuk dalam daftar 55 kampus itu setelah seorang mahasiswi mengirimkan surat terbuka bahwa kampusnya ‘pura-pura tidak tahu’ jika kampusnya memiliki penjahat seksual.

“Aku kalah melawan lembaga ini. Tujuh bulan aku melaporkan kejadian yang menimpaku, penyerangku itu masih tinggal dengan aman di residenku,” tutur si mahasiswi korban penyerangan itu. koranyogya.com  

You may also like...

Leave a Reply