Bedug Ini Terbesar Se-Asia Tenggara

KORANYOGYA – Sebagai kota wisata religius, ternyata Purworejo memiliki bedug terbesar yang tidak hanya se-Indonesia namun terbesar se-Asia Tenggara. Bedug yang dibuat pada tahun 1762 kalender jawa ini bernama Bedug Pendowo.

Bedug Terbesar Se-Asia Tenggara (foto: KY/Endah)

Bedug Terbesar Se-Asia Tenggara (foto: KY/Endah)

Hingga saat ini Bedug Pendowo masih aktif digunakan sebagai pengingat waktu salat pada hari Jumat dan hari-hari besar lainnya. Bedug Pendowo ini merupakan salah satu aset wisata Kabupaten Purworejo yang banyak memikat wisatawan.

Bedug Pendowo ini ada atas cetusan dari KRAA Cokronagoro I yang memerintahkan Raden Patih Cokrojoyo untuk membuat bedug dari kayu jati. “Kayu itu diambil langsung dari hutan Pendowo yang ada di Bragolan, waktu itu juga Raden Patih Cokrojoyo mengajak Raden Tumenggung Prawironegoro untuk bersama-sama melaksanakan perintah tersebut. Setelah itu disepakati membuat bedug besar menggunakan bahan dari ‘bongkot kayu Jati Bang’ yang berumur ratusan tahun,” kata Anang, salah satu warga Purworejo. Bongkot dalam Bahasa Indonesia adalah pangkal kayu dan kayu Jati Bang adalah kayu jati yang bercabang lima, dalam ilmu bangunan jawa kayu ini disebut Pendowo. Sedangkan kulit bedug dibuat dari kulit banteng dengan ukuran garis tengah 2,2 m.

Bedug Terbesar Se-Asia Tenggara (foto: KY/Endah)

Bedug Terbesar Se-Asia Tenggara (foto: KY/Endah)

Pembuatan Bedug Pendowo ini berlangsung cukup lama. Hal tersebut disebabkan karena peralatan yang digunakan kala itu belum semodern peralatan yang ada seperti saat ini. Proses pembuatan Bedug Pendowo ini diiringi oleh para ulama yang memohon kehadirat Allah SWT untuk mendapatkan petunjuk serta kekuatan-Nya. Hingga selesainya proses pembuatan, Bedug Pendowo ini memiliki panjang 2,9 m, diameter depan 1,9 m dengan keliling lingkaran 6,01 m serta diameter belakang 1,8 m dengan keliling 5,4 m. Pada kulit bedug bagian belakang telah mengalami penggantian sebanyak 3 kali, yang disebabkan oleh robeknya kulit. Namun, hingga saat ini kulit bagian depan masih utuh dan asli sejak awal pembuatan, yaitu berasal dari kulit banteng.

Bedug Pendowo kini dijaga dan disimpan di Masjid Agung Darul Muttaqien yang berada di sebelah barat Alun-Alun Kota Purworejo. Masjid ini dibangun dengan arsitektur Jawa yang memiliki bentuk seperti Masjid Agung yang terdapat di Kraton Solo. Masjid ini berdiri pada tahun 1833 juga atas perintah KRAA Cokronagoro I. Keistimewaan dari masjid ini adalah bahan yang dipergunakan sebagai tiang utama juga diambil dari kayu Jati Bang yang memiliki diameter lebih dari 2 m, serta tinggi mencapai puluhan meter. (Endah)

You may also like...

5 Responses

  1. 01/12/2017

    … [Trackback]

    […] Find More here|Find More|Read More Infos here|Here you can find 50678 more Infos|Informations on that Topic: koranyogya.com/bedug-ini-terbesar-se-asia-tenggara/ […]

  2. 16/12/2017

    … [Trackback]

    […] Read More on|Read More|Find More Informations here|There you can find 36666 additional Informations|Informations to that Topic: koranyogya.com/bedug-ini-terbesar-se-asia-tenggara/ […]

  3. 31/12/2017

    … [Trackback]

    […] Read More on|Read More|Find More Informations here|Here you can find 54716 additional Informations|Informations on that Topic: koranyogya.com/bedug-ini-terbesar-se-asia-tenggara/ […]

  4. 03/01/2018

    … [Trackback]

    […] Find More here|Find More|Read More Infos here|There you can find 55642 more Infos|Informations on that Topic: koranyogya.com/bedug-ini-terbesar-se-asia-tenggara/ […]

  5. 11/01/2018

    … [Trackback]

    […] Find More here|Find More|Read More Informations here|There you can find 9212 more Informations|Informations to that Topic: koranyogya.com/bedug-ini-terbesar-se-asia-tenggara/ […]