Berbagai Komunitas dan Sanggar Seni Tari Ramaikan World Dance Day 2015

IMG_20150429_190602

Komunitas Seni Tari berasal dari Jakarta, Sekar Puri. (foto: KY/Tia & Fitri)

Koran Yogya – Sebuah apresiasi yang tinggi tentang seni telah dimunculkan melalui lahirnya berbagai komunitas pecinta seni tari di seluruh Indonesia dari berbagai usia. Dalam acara World Dance Day 2015 yang digelar di ISI Surakarta yang berlangsung pada tanggal 29-30 April 2015 menampilkan berbagai komunitas tari . Para komunitas itu sangat antusias dalam mengikuti acara.

Acara ini dapat menjadi sebuah wadah untuk komunitas atau sanggar tari dalam mengeluarkan kemampuan menarinya yang memang sebelumnya belum pernah dipertunjukkan. Salah satu komunitas tari yang ikut serta dalam acara ini adalah ‘Sekar Puri’ yang berasal dari Jakarta. Komunitas Sekar Puri ini beranggotakan ibu-ibu muda yang sudah mempunyai anak. Terbentuk dari kecintaan para ibu-ibu muda ini terhadap seni tari, khususnya seni tari Jawa. Mereka ingin tetap melestarikan seni tari yang ada di Indonesia.

IMG_20150429_193233

Sekar Puri sedang mempertunjukan Tari Bedhaya Durodasi. (foto: KY/Tia & Fitri)

Dalam acara World Dance Day 2015, ‘Sekar Puri’ menampilkan sebuah tari, yaitu Tari Bedhaya Durodasi. Ditarikan oleh 9 penari yang dilatih Sri Wardhaya, guru besar dan dosen ISI Surakarta. Ini merupakan kali pertama untuk komunitas ‘Sekar Puri’ tampil dalam WDD #9 di Surakarta. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi para penari dapat ikut serta dalam acara besar yang sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Salah satu penari sekaligus anggota dari komunitas ‘Sekar Puri’ Jakarta, Tantri Ramli (37) mengungkapkan harapannya, “Budaya Indonesia dapat dikenal oleh Internasional, kita tidak mau kalah dengan budaya luar, seperti salsa, break dance, hip hop dan sebagainya. Kita wajib mengenalkan budaya kita, karena budaya kita sendiri sangat bagus dan tidak kalah dengan budaya luar”, tuturnya. (TSA, FTR)

You may also like...