Calon Masjid Di Sebuah Desa Prancis Dilempari Kepala Celeng

Koranyogya.com—Pembangunan sebuah masjid di desa Saint-Valérien, di bilangan Bourgogne-Franche-Comté utara tengah Prancis, memancing reaksi bermunculannya plakat-plakat “Jangan ada masjid di desa kami”. Sementara masjid itu sebentar lagi dibuka untuk ibadah.

Kepala celeng di depan masjid desa Saint-Valerien (Istimewa)

Sekarang kami jadi takut. Kami syok,”sepotong kepala celeng (babi hutan) diletakkan di depan masjid desa  Saint-Valérien (Yonne), yang mestinya pekan ini sudah aktif bisa digunakan untuk ibadah, kata Mohammed Arakik, wakil ketua Asosiasi Ibadah dan Kebudayaan komunitas kepada France Bleu Auxerre, Jumat lalu.

Saïd Salloum et Mohammed Arakik, président et vice-président de l'association cultuelle et culturelle de Saint-Valérien (Yonne)

Saïd Salloum dan Mohammed Arakik, ketua dan wakil ketua Asosiasi Ibadah dan Budaya komunitas (l’association cultuelle et culturelle de Saint-Valérien) (Yonne) © Radio France – Renaud Candelier

Yang terjadi ini bukan sekedar hewan, tapi sudah hal lain,” kata Jérôme Cordier, walikota desa itu yang berpenduduk sekitar 1700 jiwa. Peristiwa itu semestinya terjadi antara pukul 20.30 sampai dengan 21.00, dan kepala celeng itu bisa diletakkan dan bisa juga dilemparkan dari sebuah kendaraan di depan calon tempat ibadah, yang terletak di bilangan tempat yang jarang dikunjungi orang malam hari. Bangunan tempat ibadah itu hanya bangunan biasa tidak memperlihatkan bangunan masjid seperti biasanya. Artinya tidak ada tanda-tanda keislaman.
Jangan ada masjid di desa kami

Bangunan masjid itu, untuk kapasitas 80 orang dan dimaksudkan mengganti musola yang sempit di bawah sebuah bangunan tempat tinggal, memancing reaksi sejumlah plakat di desa itu yang berbunyi “Jangan da masjid di desa kami”.

Saya sudah cabuti beberapa plakat, tetapi kami tidak menyangka akan menerima sesuatu seperti kepala hewan ini di sebuah desa yang para penduduknya simpatik,” ujar  Mohammed Arakik, yang sudah berniat untuk mengadukan hal itu ke kepolisian. Sebuah penyelidikn sudah dilakukan oleh kepolisian Auxerre, France 3 Bourgogne.

Kepala-kepala celeng digantung di pagar

Pembukaan masjid harus melalui izin komisi keamanan. Medio Januari 2017, di Genlis, di pinggiran Dijon, kepala-kepala celeng dipenggal jadi dua  digantungkan di pagar sebuah bangunan yang ditujuakn untuk tempat ibadah dan menjadi pusat kebudayaan Islam. Pada kasus ini, penyelidikan sudah dilakukan untuk diumumkan kepada publik demi menolak diskriminasi dan kebencian rasial. (KY-09)

You may also like...