Catatan Puasa Negeri Manca: Di Tunisia, 1 Bulan Penjara Karena Merokok di Muka Umum di Bulan Puasa

Related image

Puasa tinggal beberapa hari lagi. Di tanah air puasa berjalan dengan kekhasan Indonesia. Sore hari di pinggir-pinggir jalan penjaja buka puasa memenuhi lapak dengan pelbagai penganan. Di sejumlah pusat jajan, baik di kampus atau di tempat umum, masih ada sejumlah pedagang yang beraktivitas berjualan. Dan masih banyak pelanggannya yang bersantap, minum, dan merokok. Tetapi, tidak ada keributan apa pun. Beragama memang tanggung jawab pribadi masing-masing.

Berbeda halnya dengan di sejumlah negeri manca. Di Bizerte, terbilang di utara Tunisia, pengadilan menjatuhi hukuman, Senin 12 Mei, kurungan 1 bulan seorang lelaki  ‘yang bertabiat buruk’ lantaran merokok di muka publik saat bulan puasa, kutib sebuah jurnal pengadilan. Lelaki itu bukan satu-satunya, ada sejumlah lainnya yang dijatuhi hukuman kurungan karena makan di taman umum atau merokok di bulan ramadan. Mereka yang sudah dihukum ini harus melapor selama 10 hari.

Pria ini “ditangkap dan dibawa ke pengadilan pada hari Senin setelah seorang pejabat pengadilan melaporkan kepada polisi  melihat dia merokok di taman,” kata Choukri Lahmar kepada  AFP, juru bicara pengadilan rendah Bizerte. Selama puasa Ramadhan, umat Islam yang setia harus menjauhkan diri dari makan, minum dan juga merokok dari matahari terbit sampai terbenam.

“Berlaku tidak senonoh”

Sejak awal puasa pengadilan sudah menjatuhkan vonis kurungan penjara 1 bulan bagi 4 pemuda, lantaran mereka berlaku tidak senonoh  dengan makan dan merokok di taman selama bulan Ramadan. Berikutnya, dua seniman dari kota Sousse ditangkappolisi karena dalam bagasi mobil mereka terpergok botol kosong minuman keras.

Di Tunisia tidak satu pun hukum yang melarang seseorang makan dan minum di bulan puasa di muka umum. Tetapi, debat antarahli terus berlangsung setiap tahun. Sejak revolusi 2011, muncul suara-suara untuk menuntut hak tidak berpuasa, terutama setelah diberlakukannya ‘kebebasan kesadaran’ yang tertuang dalam konstitusi baru 2014.

Karena itu wajar ketika muncul demontrasi puluhan orang dalam gerakan Mouch Bessif ( dalam bahasa Arab: Jangan bertentangan dengan kehendak kami) untuk menuntut kebebasan makan dan minum di muka umum selama bulan puasa dan memprotes penangkapan mereka yang tidak berpuasa di muka umum.

You may also like...