Chili Menyabet Gelar Copa America Kedua Kalinya

KORANYOGYA.com—Timnas Chili menjadi juara Copa America untuk kedua kalinya saat berhasil menghempaskan timnas Argentina dan bintangnya, Lionel Messi, yang diharapkan seluruh warga Argentina untuk memiliki piala itu setelah dinanti-nanti 23 tahun. Tetapi, sejarah pada hari Minggu kemarin (Senin pagi, 27/6 di Indonesia) di East Rutherford (Amerika Serikat), Argentina harus tertunduk tak berdaya dalam adu penalti, terlebih Messi gagal mengeksekusi, maka final selama 3 tahun berturut-turut di Copa America seakan menjadi kutukan.

La joie de l'équipe chilienne (26 juin 2016)

Para eksekutor Chili ternyata lerbih berdarah dingin dalam menghadapi adu penalti sehingga ‘perang’ urat-syaraf  dimenangkan oleh Chili  setelah perpanjangan waktu skor tetap 0-0, dan di adu penalti 4-2.

Messi, sebagai pemain terbaik dunia, gagal mengeksekusi tugasnya dan sekaligus gagal memboyong piala Copa America yang pernah direbut timnasnya pada 1993. Dan dia menyatakan inilah terakhir kalinya dia bermain untuk timnas Argentina.

Berat

Sejumlah pengamat mengeluhkan dua timnas di final Copa America tidak bermain laiknya pertandingan berkelas dunia. Membosankan. Karena itu dua timnas ini tidak bisa berbagi gol, bahkan di babak perpanjangan waktu masih skor kacamata (0-0).

Gonzalo Higuain membuka kesempatan emas pada menit ke-21, dan dia berhadapan sendirian dengan Claudio Bravo, tetapi dia gagal merebut peluang emas itu. Begitu juga untuk  Marcelo Diaz (Chili) yang pada menit ke-28 dan peluang Argentina melalui  Marcos Rojos (menit ke-43). Peluang terlepas.

Messi tersingkirkan 

Pada perpanjangan waktu, Chili bolehnya berpeluang lewat sundulan Eduardo Vargas pada menit ke-99, tetapi bola lengket dalam pelukan kiper Argentina. Pada menit berikutnya Bravo kiper Chili berhasil menyelamatkan bola serangan  Javier Mascherano.

Pada adu penalti diawali dengan sial oleh Chili lantaran tembakan gelandang Arturo Vidal dihentikan oleh Romero.

Tetapi, Messi, penembak utama Argentina, juga gagal mengeksekusi. Bahkan ditiru oleh Lucas Biglia, sementara sis penembak Chili berhasil menyelesaikan tugas dengan sempurna.

Kegagalan ini, setelah Piala Dunia 2014 (kalah 0-1 dari Jerman) dan Copa Amerika 2015, adalah pukulan buat Messi dan orang menyebutnya kehebatannya adalah kutukan buat timnas Argentina. (KY-24)

You may also like...