Closing & Awarding Night Festival Film Dokumenter 2017

Foto Koran Yogya.

Foto Karisa/KY

 

Taman Budaya Yogyakarta malam lalu 15 Desember 2017 dipadati para pengunjung acara closing dan awarding night FFD. Acara ini berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Sebelum awarding night berlangsung, terdsapat sambutan – sambutan dari team FFD Jogja, yaitu sambutan dari perwakilan program kompetisi yakni Henricus Pria, dan Alia Damaihati selaku Festival Director FFD 2017 adapula sambutan dari Direktur IFI, Sarah Camara yang hadir pada malam itu.

Acara ini menjadi penutupan event FFD 2017 yang sudah diselenggarakan sejak Sabtu, 9 Desember 2017. Selain pemutaran film documenter, FFD juga memiliki program diskusi mengenai “Documentary In The Post Truth Era” dan Film Critic Workshop.

 Dalam acara penutupan ini, pihak FFD memutarkan film pemenang kategori pelajar dan mengumumkan para pemenang. Kategori tersebut adalah: Kategori Dokumenter Pelajar, Kategori Dokumenter Pendek, Kategori Dokumenter Panjang, dan Special Mention Kategori Dokumenter Panjang.

Menyongsong tema post truth “post truth: kata sifat yang berarti suatu keadaan di mana daya Tarik emosional lebih berpengaruh dalam membentuk opini public daripada fakta yang objektif”. FFD menobatkan film Hening Dalam Riuh (Silent in Boisterous)  sebagai pemenang dalam kategori documenter pelajar. Garapan sutradara Qurrata Ayumi dan Geubri Al Varez pelajar asal Aceh. Disusul dengan kategori documenter pendek berhasil dimenangkan oleh film dari Winner Wijaya yang berjudul Ojek Lusi (Tour On Mud). Film documenter berdurasi 18 menit yang bercerita tentang lumpur lapindo di Sidoarjo yang sekarang menjadi sector wisata disana. Ojek Lusi merupakan singkatan dari Ojek Lumpur Sidoarjo karena lumpur lapindo telah menjadi sector wisata, hal tersebut mendorong warga untuk memanfaatkan situasi tersebut sebagai ladang mencari uang. Oleh karena itu banyak masyarakat disana yang menjadi tukangojek sekaligus tour guide.

Sedangkan untuk Feature – length documentary category, film I’ve Got The Blues berhasil menjadi pemenang. Disutradarai oleh Angie Chen asal China yang menyughkan film dokumenter yang hidup tentang kehidupan seorang artist bernama Yank Wonk. Angie Chan berhasl mengalahkan 4 film dokumenter lain yang juga masuk dalam nominasi. Kemudian yang terakhir sebagai Special Mention untuk kategori film dokumenter panjang diraih oleh film karya Marius Iacob berjudul I Am Hercules, dari Rome Italia.

Setelah selesai awarding night, pengunjung dipersilakan untuk mengambil snack dan makanan, minuman yang disediakan oleh team FFD 2017. Pada tahun 2017 ini FFD menerima 43 film kategori dokumenter panjang (international feature), 85 kategori film dokumenter pendek dan 24 film kategori dokumenter pelajar.

Karisa Saraswati

You may also like...