CoHive dan tradisi Guyub di Yogyakarta

Istimewa

Penyedia ruang kerja bersama (coworking space) terbesar di Indonesia CoHive yang sebelumnya bernama COCOWORK dan EV Hive kembali memperlebar sayap. Setelah Jakarta dan Medan, kini bakal hadir di Daerah Istimewa Yogyakarta.

CoHive nantinya akan berlokasi di Hartono Mall tepatnya di Lantai 3 dan direncanakan akan mulai beroperasi pada Februari 2019. Namun, pada Kamis (22/11), CoHive menggelar soft launching lokasi ke 23 tersebut.

Kegiatan soft launching diawali dengan menggelar diskusi membahas ‘How To Be More Productive in a Coworking Space’ dengan pembicara penulis Bernard Batubara (Benzbara), Community Builder Danabijak Tammy Benjamin dan CEO dan Co-Founder CoHive Carlson Lau.

Dalam diskusi sekaligus Media and Community Gathering tersebut, CEO dan Co-Founder CoHive Carlson Lau menjelaskan alasan pihaknya memilih Yogyakarta sebagai lokasi baru. Kota pelajar dianggap memiliki banyak potensi untuk dirangkul melakukan kolaborasi dan tumbuh bersama.

“Image sebagai kota pendidikan yang diisi oleh individu yang gemar belajar dan memiliki talenta kami anggap sebagai peluang untuk tumbuh bersama,” kata Carlson dalam diskusi yang digelar di Hartono Mall, Yogyakarta.

CoHive menilai Masyarakat kota Yogyakarta dikenal memiliki semangat ‘guyub’ yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan berkelompok, berkumpul atau pun berkolaborasi. Ini juga menjadi alasan pemilihan Yogyakarta untuk membuka coworking space.

“Berkelompok, berkumpul maupun berkolaborasi segaris dengan semangat CoHive yang ingin menjadi medium setiap lapisan masyarakat untuk saling berkolaborasi,” kata Carlson.

Terkait alasan pemilihan lokasi di dalam Mall, Carlson menjelaskan menjadi yang pertama bagi CoHive di Indonesia. Lokasi Hartono Mall yang dianggap strategis dan dekat dengan anak-anak muda menjadi ide untuk membuka coworking space di Mall yang terletak di Jl Ring Road Utara, Yogyakarta tersebut.

Kehadiran CoHive di Yogyakarta sekaligus ingin berupaya memfasilitasi startup, UMKM, komunitas kreatif dan freelancer yang dewasa ini keberadaannya kian menjamur di Kota Pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, Carlson turut menyampaikan capaian CoHive sejauh ini. Hingga kuartal keempat 2018, CoHive sudah memiliki lebih dari 5.000 anggota yang terdiri dari 50 perusahaan. Sekitar 80 persen di antaranya adalah startup di bidang teknologi, HR, logistik dan e-commerce dan 20 persen adalah perusahaan tradisional di bidang agency, Food and Beverages dan manufaktur.

“CoHive juga telah mengembangkan bisnisnya bukan hanya di coworking space, tetapi juga menyediakan coliving dan retail,” kata Carlson.

Setelah Yogyakarta, Carlson menjelaskan CoHive memiliki rencana pada tahun 2019 untuk ekspansi ke kota-kota lain, di antaranya Bali, Bandung dan Makassar. Pada akhir tahun 2019 direncanakan CoHive memiliki total 40 lokasi yang tersebar di Indonesia.

You may also like...