Di India, Netflix dan Amazon Susah Payah Mengakar di Industri Hiburan

Image result for netflix amazon in bombay bollywood

Netflix dan Amazon belum menemukan celah menerobos industri hiburan Bollywood. DeccanCronicle

 

Di Mumbai, sulit untuk tidak melihat iklan yang mendukung serial “Altered Carbon” dan “Breathe”, keduanya film seri baru streaming. Produksi fiksi India sudah dimulai, dalam versi Netflix dan Amazon.

Mungkin itu adalah deformasi profesional. Meski begitu, sulit untuk melewatkan papan reklame besar ini seperti rumah yang melapisi jalan raya beberapa negara. Suatu hari, tiba di Mumbai (Bombay), dengan taksi dari bandara. Salah satu gambar mencolok adalah tentang lanskap urban India akan tetap menjadi iklan besar Netflix, yang mempromosikan seri fiksi ilmiah baru, Altered Carbon, yang diluncurkan pada hari jumat ini. Pada saat yang sama, Amazon menggembar-gemborkan drama serialnya, Breathe, dengan iklan yang nyaris tak terlihat.

Dengan kecepatannya dan kejeliannya dua raksasa ini ingin segera menaklukkan pusat dunia hiburan; Bollywood. Netflix merayakan ulang tahun kedua kehadirannya di India pada bulan Januari. Perusahaan ini mengembangkan setidaknya lima proyek di negara ini, seri dan sebuah fitur film prestise, tentu saja untuk siaran langsung secara online. Tarik napas, dia sudah mewakili seri India kedua, Amazon. Tidak seperti dulu lagi, di jalan-jalan Mumbai kini bersih dari penjual CD/DVD di trotoir, internet sudah menyapu bersih sektor ini.

Pertarungan Amerika

Di Bollywood, perusahaan California itu ingin berjaya. Lantaran apa? Pasar luas India benar-benar menggiurkan, meski untuk itu Netflix dan Amazon harus bertarung dengan ragam budaya yang kadang begitu mudah mengacaukan pasar. Tetapi itu tantangan yang bagus. Altered Carbon, yang diadaptasi dari sebuah novel oleh Richard K. Morgan, adalah sebuah thriller yang cukup radikal di masa depan, cukup untuk mengumpulkan banyak penonton. Pastinya, setiap orang melihat dirinya di masa depan. Itu rumus film laris.

Hiruk-pikuk Netflix dan Amazon tidak akan bisa mengejar keberhasilan blockbuster India yang ada di bioskop. Kita bisa membayangkan bahwa ia tidak akan lagi berdesakan dalam opera sabun TV klasik, yang saling mengikuti di beberapa saluran dalam waktu tiga puluh menit setiap malam. Produksi tradisional memiliki kekuatan dan keterikatan. Orang bertaruh bahwa di benua itu, Netflix lebih suka mencuil kue film-film Amerika di bioskop. Akhirnya, Bollywood memang terlalu kuat untuk diperangi, dan antarAmerika saja yang berkelahi di India. (KY-45)

You may also like...