Drama Air Mata Babak 16 Besar: Rusia Menangis Tertawa

Twitter

 

Koranyogya.com—Teori yang menyebutkan sepak bola adalah olah raga yang sukar diprediksi, mencuat pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia. Spanyol yang masih menyandang simbol kejayaan juara dunianya (2010) harus frustrasi menembus tirai besi Rusia yang sempat dibobolnya di babak pertama, dan lekas dibalas dengan gol Dyzuba pada menit ke-41 sebagai tebusan gol ‘bunuh diri’ akibat pergelutan┬áSergio Ramos dengan Ignashevich dan tidak sengaja kaki pemain Rusia menggolkan bola di jaring sendiri.

Tetapi, setelah itu permainan menjadi menegangkan karena kedua timnas tidak juga berhasil mencuri barang satu sontekan gol ke gawang. Dan harus diperpanjang 2 x 15 menit karena pemenang harus ditentukan. Tidak juga satu gol tercetak, maka adu penalti memang satu keharusan. Dan tuan rumah bolehnya semakin tebal mentalnya saat bisa membikin frustrasi Spanyol, dengan modal itu Rusia unggul 1 poin dalam adu penaltinya (4-3).

Spanyol, juara dunia pada tahun 2010 (penampilan terbaik dalam kompetisi ini), berpartisipasi di Piala Dunia yang kesepuluh. Rusia berpartisipasi dalam kompetisi Dunia yang keempat belas kalinya.

Kedua negara ini telah bertemu enam kali dalam dua puluh tahun terakhir. Spanyol telah memenangkan empat dari enam pertemuan. Dua pertandingan lainnya berakhir imbang.

Spanyol akan menjadi favorit untuk pertemuan ini, meskipun awal yang sederhana untuk Piala Dunia dengan hanya satu kemenangan, melawan Iran (1-0), dua hasil imbang melawan Portugal (3-3) dan Maroko (2-2) dan sudah kebobolan lima gol dalam kompetisi. Rusia, telah banyak mengutip poin terhadap Arab Saudi (5-0) dan Mesir (3-1) sebelum jatuh melawan Uruguay (3-0).

Rusia akan dapat mengandalkan dua terdepan ke depan Artyom Dziuba, pencetak sebelas gol dalam seleksi, dan Fyodor Smolov, pengunduh dua belas gol dalam seleksi.

You may also like...