Dua Juta Lebih Umat Islam Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Image associée

Suasana tawaf di Kabah (Istimewa)

Dua juta lebih muslim dari empat penjuru dunia menyemarakkan ibadah haji tahun 2017. Sejak hari Rabu kemarin para jemaah seluruh dunia itu sudah memulai ibadah haji mereka dengan pergi ke bukit Arafah.

Otoritas Saudi Arabia menggerakan semua mesin layanan bagi jamaah haji agar tidak lagi terjadi ‘kecelakaan’ tragis dua tahun silam yang menyebabkan 2300 jamaah meninggal dunia karena terinjak-injak.”Setiap kali kejadian, itu karena emosi yang berbeda penyebabnya,” kata Tidjani Traore, konsultan penyelenggaraan ibadah haji dari Benin.

Misalnya pengatur suhu lokal, sepert di tenda-tenda, kini sudah mulai menjadi fasilitas. Begitu juga di bangunan Masjidil Haram pengatur suhu juga disediakan. Namun, para jemaah sendiri sebenarnya sudah memahami suhu yang tidak sesuai dengan tubuhnya akan membahayakan dirinya. Mereka biasanya berteduh dalam bayangan pohon atau jembatan-jembata beton, untuk menanti waktu solat berikutnya. Jika tidak begitu, tampak jemaah yang melindungi dirinya dengan sajadah atau payung yang diikatkan deban bando elastis di kepalanya.

Beberpa kali dalam seharinya, pekerja pembersih yang biasanya berasal dari Asia berkeliling di tempat-tempat terbuka untuk menyiramkan air.

Tahun ini ada dua jemaah dari dua negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Saudi Arabia menjalankan ibadah haji mereka. Yakni, Qatar dan Iran. Jemaah Qatar sebenarnya tidak bisa masuk ke Saudi Arabia karena kedua negara ini putus hubungan diplomati, meski begitu Arab Saudi mengizinkan jemaah Qatar datang beribadah.

Sedangkan jemaah Iran tahun berbahagia karena diizinkan naik haji. Tahun lalu absen, setelah tahun 2015 terjadi tabrakan antarpejalan kaki yang menewaskan 464 jemaah Iran, dan beberapa bulan kemudian Saudi Araba dan Iran memuutuskan hubungan diplomatik. Lantaran Iran marah karena Riyad tidak melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan antarpejalan kaki itu.

“Meyakinkan keselamatan para peziarah adalah prioritas kami,” kata Jenderal Mansur Al-Turki, Selasa lalu, sebagai jubir kemendagri Saudi Arabia. Menurutnya, Riyad menurunkan 100.000 anggota pengamanan yang disebar di berbagai titik keamanan.

Bagi Saudi Arabia kedatangan para peziarah dari seluruh dunia menjadi bagian dari program Vision 2030, yakni upaya negeri itu tidak lagi memggantungkan diri dari penghasilan minyak yang sedang jatuh pamor. Saudi Arabia akan mengembangkan pariwisata, dan terutama pariwisata relijius. Sejak 2016 angka pariwisata relijius memang semakin menunjukkan pertumbuhan yang sangat bagus.

You may also like...