Efek Charlie Hebdo: Beberapa Masjid Prancis Digranat

(KY/10/01/2015). Granat, penembakan gelap, dan vandalisme kebencian terhadap Islam sudah merajah sejumlah tempat ibadah muslim, Rabu malam kemarin lalu. Tidak ada korban jatuh.

Beberapa jam setelah serangan brutal di kantor redaksi Charlie Hebdo, beberapa tempat ibadah muslim menjadi sasaran kebencian dan kemarahan di Mans, di Poitiers dan di Port-La-Nouvelle Aude.

Tiga granat  dilontarkan ke sebuah masjid di Mans, granat untuk latihan bukan granat untuk perang, sekitar pukul 00.30 waktu setempat.  Tempat ibadah itu sebenarnya sebuah mushola di sebuah rumah tanpa tanda-tanda khusus, kecuali papan nama ‘Tempat ibadah warga Nouvelle” di kotak surat, demikian diwartakan oleh  rapporte le journal Midi Libre.  Dari tiga granat yang dilemparkan, hanya satu yang meledak.  Dan tidak merusak apa pun.

Polisi memeriksa lokasi penggranatan dan penembakan di masjid Mans (AFP)

Polisi memeriksa lokasi penggranatan dan penembakan di masjid Mans (AFP)

Kamis pagi (8/01), polisi penyidik turun ke lokasi untuk memeriksa dan melakukan pengusutan. Tetapi seorang muslim setempat yang ingin solat di sana, lantaran melanggar garis polisi, diminta polisi untuk menyingkir dulu.

Di Port-la-Nouvelle, satu dua tembakan  disasarkan ke mushola,  Rabu menjelang pukul 20.00 waktu setempat, tepatnya satu jam setelah solat jamaah. Mushola itu kosong. Menurut polisi, senjata yang ditembakkan berkaliber kecil karena hanya satu jendela kaca yang berantakan.

“Tentu saja ini dilakukan oleh orang yang yakin untuk membalas dendam, tetapi balas dendam untuk apa dan untuk siapa,” kata jaksa setempat. Dia melanjutkan tidak ada penangkapan pagi itu setelah penembakan itu.

Restoran Villefrance di sebelah masjid yang dibom (Le Progres)

Restoran Villefrance di sebelah masjid yang dibom (Le Progres)

Kamis pagi, pukul 06 setempat, sebuah restoran di sebelah masjid di Villefranche-sur-Saone diguncangkan ledakan besar, begitu lapor koran  Le Progrès. Menurut harian itu, tidak ada orban luka dan ledakan itu bukan karena bocoran gas. Bahwa restoran ini menjadi sasaran kebencian, lantaran banyak jamaah masjid di sebelah restoran itu kerap bersantap atau minum kopi di sana.

B60arWqIcAAzoJr

Masjid di Poitiers yang menjadi korban vandalisme (AFP)

Di Poitiers, tengah malam Rabu ke Kamis, seorang tersangka ditangkap setelah kepergok melakukan vandalisme berbunyi,”mort aux Arabes!” ‘Mati kalian orang Arab!’ Makian sebagai bentuk vandalisme langsung dihapus. Sementara imam masjid setempat, Boubaker El Hadj Amor, memprotes vandalisme itu. Pelaku vandalisme itu kemudian meminta maaf. Dia khilaf dan marah akibat penyerangan Charlie Hebdo. Meski begitu, polisi tetap akan membawanya ke pengadilan.

Imam Boubaker amat mencemaskan keadaan ini.”Untuk itulah kami berjaga-jaga di masjid. Kami pasang CCTV, dan kami punya dua orang untuk berpatroli di sekitar masjid. Jika vandalisme itu tidak kami ketahui, mungkin dilakukan setelah kami semua solat subuh.”

You may also like...

Leave a Reply