Fenomena Smombi: Zombi Smartphone

Le phénomène smombies : les zombies du smartphone

Studio X / Imago

Orang menyeberang jalan dengan mata tertuju pada ponsel, dan sekitar enam dari sepuluh pemilik ponsel mengatakan mereka melakukannya?

Orang seperti itu disebut “smombi”, kontraksi kata “smartphone” dan “zombi”.

Menghadapi peningkatan jumlah kecelakaan pejalan kaki, beberapa negara telah memutuskan untuk bertindak untuk menghentikan momok ini. Di Stockholm, rambu lalin penggunaan ponsel ditempatkan di jalanan; di Hawaii, kita berisiko didenda 34 dollar untuk menggunakan ponsel di muka umum; di Tel Aviv, strip lampu dipasang di tanah untuk memperingatkan pejalan kaki yang sedang masyuk dengan ponselnya; sementara di Seoul mereka menerima pesan di ponsel cerdas mereka ketika mobil mendekat.

Gambar terkait

Smombi. Ilustrasi

Begitu banyak cara untuk menghindari “mayat berjalan” yang baru ini, zombi ponsel ini.

Rasa takut muncul tanpa ponsel. Sekitar 66% orang cemas ketika seharian tanpa ponsel mereka, dan 69% orang lebih suka kehilangan dompet atau kunci daripada ponsel yang mereka cintai! Ketakutan yang berlebihan ini sekarang memiliki nama dalam masyarakat kita yang sangat terhubung: nomofobia (atau fobia tanpa-ponsel). Ponsel cerdas kita menjadi sangat diperlukan, dengan kameranya, peta kota, program sinema, pemutar mp3, atau banyak aplikasinya yang sangat memudahkan kehidupan kita sehari-hari.

Moderasikan koneksi
Sortir aplikasi kita. Hapus yang tidak berguna, karena hanya akan mencemari layar beranda kita. Pilih logika pengaturan yang cocok untuk dan memungkinkan kita menjadi lebih baik.

Untuk berhasil dalam “detoksifikasi digital” , lakukan inventarisasi penggunaan kita; fokus pada apa yang kita terima dari orang lain, identifikasikan apa yang secara spesifik dikirimkan orang. Tanpa menyadarinya, kita terkadang adalah algojo kita sendiri …

You may also like...