Gagasan Membuka Kelas Lebih Lambat, Seluruh Dunia Belum Sepakat

Des Etats-Unis à Hong Kong, de nombreuses expériences sont menées en ce sens.

WAVEBREAKMEDIA VIA GETTY IMAGES

Pemerintah Prancis menggagas bahwa demi kesehatan generasi muda, sekolah harus dibuka lebih lambat satu jam. Artinya, jam pertama pembelajara bukan lagi pukul 08.00, tetapi diundurkan pukul 09.00.

Gagasan ini merujuk pada kebutuhan tidur kaum remaja, yakni antara 8-9 jam semalam.  Namun, rata-rata, remaja Prancis tidur 7,5 jam per malam menurut Young Health Barometer yang diterbitkan pada 2010.

Peneliti French Inserm pada tahun 2017 menunjukkan bahwa kurang tidur di kalangan remaja menyebabkan penurunan materi abu-abu. Mereka mempelajari kebiasaan dan otak dari 177 anak berusia 14 tahun. “Para peneliti menemukan bahwa durasi tidur pendek (kurang dari 7 jam) pada hari kerja dan waktu tidur yang lebih lambat di akhir pekan,” kata Inserm di situs webnya, berkorelasi dengan volume materi abu-abu yang lebih kecil di beberapa daerah otak. “

Spesialis Prancis bukan satu-satunya yang membunyikan alarm. Beberapa percobaan dengan hasil yang selalu meyakinkan telah dilakukan, khususnya di seluruh Atlantik.

Lebih banyak tidur, nilai lebih baik
Di Seattle, Amerika Serikat, di sekolah menengah dan perguruan tinggi negeri, pada musim gugur 2016, kelas dimulai pukul 8:45 bukannya 7:50. Percobaan ini diamati oleh para ilmuwan dari University of Washington. Setelah satu tahun, durasi tidur harian remaja meningkat 34 menit dan nilai naik 4,5%.

Studi lain di Minnesota tahun 2014, dari 9000 siswa menunjukkan bahwa remaja tidur 50 menit lebih lama, menunjukkan kurangnya membolos dan memiliki nilai yang lebih baik. Secara umum, mereka memiliki lebih banyak energi, lebih sehat dan lebih sedikit mengonsumsi kafein.

Secara total, institusi di 45 negara bagian AS melakukan percobaan serupa dengan hasil yang sama. Selain itu, di beberapa negara seperti Wyoming, kecelakaan mobil dengan remaja mengemudi (SIM diizinkan pada usia 16) juga menurun.

Jika, di Amerika Serikat, kelas pertama diadakan sekitar jam 8 pagi, di Inggris, sekolah biasanya dimulai pada jam 9 pagi. Para peneliti di Universitas Oxford mencari manfaat mulai belajar lebih lambat di pagi hari. Penelitian “TeenSleep” (secara harfiah “tidur remaja”) telah menjadi yang paling penting saat ini dilakukan pada subjek ini.

Implementasi yang sulit
Di Hong Kong, para peneliti di Universitas Cina telah menunjukkan bahwa cukup untuk menunda dimulainya kelas lima belas menit untuk mendapatkan tidur tambahan, memiliki kehadiran yang lebih baik, lebih sehat dan memiliki konsentrasi yang lebih baik.

1377 siswa yang berpartisipasi dalam penelitian ini menghabiskan rata-rata 10 menit lebih lama di tempat tidur. Waktu berharga yang berdampak cepat pada perilaku mereka. Para guru yang disurvei juga menghargai perubahan jadwal ini.

Dalam pandangan studi ini, bagaimanapun, kebiasaan berubah perlahan dan dengan susah payah. Pada akhir 2017, sekolah-sekolah di kota Boston menunda dimulainya kelas. Pada bulan September 2018, di California gagasan diundurnya jam kelas pertama juga digagas, sebuah RUU diusulkan untuk semua sekolah di negara bagian untuk sekolah membuka kelas lebih lambat, tetapi usulan ini kandas.

Terlepas dari argumen meyakinkan yang dikemukakan oleh studi ilmiah, oposisi terhadap jenis reformasi ini banyak merepotkan bagian layanan publik dan beberapa orang tua siswa. Perubahan ini mengharuskan prang memikirkan kembali pengaturan transportasi sekolah, menunda dimulainya hari kerja, memperpanjang waktu sekolah atau memperpendek istirahat makan siang.

You may also like...