Greenfields Datangkan 2.150 Ekor Sapi Perah ke Blitar

Foto Koran Yogya.

Wakapolres Blitar, Kompol Teguh Priyo Wasono, Asisten Deputi Peternakan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jafi Alzagladi, Bupati Blitar, Rijanto, Head of Dairy Farm PT Greenfields Indonesia, Heru Prabowo, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementerian Pertanian, Fini Murfiani, Dandim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani, dan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes, memantau proses karantina sapi perah asal Australia. dhina

PT. Greenfields Indonesia membangun peternakan kedua dengan investasi senilai 43 juta dollar di area seluas 172 hektar di Ngadirenggo, Wlingi, Blitar, menerima kedatangan kelompok pertama sapi betina, menandakan komitmen Greenfields untuk menjadi yang terdepan di industri susu nasional.

Greenfields adalah perusahaan susu segar terdepan di Indonesia. Selama dua dekade, Greenfields telah memproduksi susu segar dan produk susu lainnya dengan menerapkan standar internasional di Indonesia. Sebagai perusahaan publik, Greenfields, mempraktikan cara beternak yang baik dan secara konsisten berusaha untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Apresiasi yang tulus dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian kepada Greenfields dalam upayanya mengembangkan peternakan sapi perah yang berkualitas. Ini menjadi contoh baik untuk industri sejenis, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ir. Fini Murfiani, MSi.

Pada  9 Oktober 2017 di blitar, 2.150 sapi betina menjalani proses karantina di peternakan Greenfields di Wlingi, Blitar setelah menjalani perjalanan laut selama 11 hari dari Melbourne, Australia.  Impor sapi betina dari Australia ke Indonesia ini merupakan momen penting karena merupakan jumlah impor sapi dara terbesar di Indonesia, yang dilakukan dalam satu ekspedisi oleh perusahaan swasta.

“Kedatangan 2.150 sapi dara ini merupakan komitmen nyata dari Greenfields untuk mendorong industri susu segar di Indonesia. Ini adalah kelompok pertama dari total 9.000 sapi betina yang akan diternakkan di peternakan baru di Wlingi. Ketika peternakan ini sudah beroperasi sepenuhnya, kami akan dapat berkontribusi sebesar 14% kepada SSDN, dan secara otomatis mengurangi kebergantungan pada susu impor,” ungkap Heru Prabowo, Head of Dairy Farm Indonesia, PT. Greenfields.

Produksi susu nasional menyumbang kurang dari 20% dari kebutuhan konsumsi susu nasional. Untuk meningkatkan produksi lokal, pemerintah telah menerbitkan Permentan No. 26/2017 yang mendorong sektor swasta untuk mengembangkan industri susu melaui program kerja sama dan pemberdayaan peternak lokal. Lebih lanjut, sektor peternakan susu merupakan salah satu industri strategis pemerintah, karena selain dapat terus menyediakan produk susu bernutrisi tinggi kepada generasi muda Indonesia, industri ini juga memiliki kontribusi tinggi pada persediaan daging lokal. Greenfields berkomitmen mendukung upaya mencapai target 40% swasembada susu nasional dan menjadi terdepan di industri susu nasional. (dhina)