Hari Ini Pilpres Prancis : Pasar Judi Inggris Menjagokan Emmanuel Macron

Image result for les paris presidentielle francaise  2017 en angleterre

Pertaruhan atau perjudian politik di Prancis dilarang, tetapi di seantero Eropa diizinkan. Artinya taruhan siapa yang bakal menjadi walikota, menjadi presiden, di luar Prancis diperbolehkan. Karena itu pilpres hari ini di Prancis, menurut spesialis judi Inggris, posisi kemenangan dari 11 calon presiden itu tidak akan berubah.

En Grande-Bretagne, il est possible de faire des paris sur à peu près tout et n'importe quoi (illustration)

Di Inggris diizinkan untuk melakukan pertaruhan tentang apa saja (ilustrasi) © Maxppp / Gerry_Penny

Pilkada atau pilpres dijadikan arena perjudian dilarang keras di {rancis, tetapi di seantero Eropa sama sekali diizinkan, terlebih di Inggris: judi politik itu sah dan keren. Sementara Prancis hanya mengizinkan perjudian olahraga dan lainnya, asal jangan politik.

2,4  juta euro taruhan 

Bahkan kampanye pilpres juga (hari ini, 23 April 2017, pilpres Prancis) sudah menjadi arena taruhan di Eropa. Menurut laman statistik BetData, dalam satu minggu saja, para penjudi sudah mempertaruhkan uang mereka sekitar 2 juta poundsterling (sekitar 2,4 juta euro) sekedar untuk menebak calon mana yang bakal berkantor di Elysée (kantor kepresidenan dan perdana menteri)

Le site BetData publie chaque jour des statistiques pour les parieurs britanniques, qui semblent croire à une victoire de Macron.

Setiap hari laman  BetData menerbitkan statistik para penjudi Inggris yang dalam infografi di atas menjagokan Emmanuel Macron, calon independen.  © DR  

Dan sudah tentu tujuan utama para penjudi hanya satu: menggandakan uang. Hampir tidak ditemukan perhitungan politis ketika seorang penjudi menjagokan seorang calon. Fakta ini memperlihatkan bahwa faktor penjudi bisa saja menjadi ukuran elektabilitas seorang calon. Hal ini dicatat dengan cermat oeh pengamat Inggris  Paul Krishnamurty, sekaligus seorang penjudi profesional dan penulis blog  “The Political Gambler”, yang di dalam tulisannya itu dia menganalisis politik dalam bias para penjudi.

Mengapa penjudi memilih calon tertentu?

Pilihan seorang petaruh atau penjudi ditentukan dari perbedaan antara bandar dengan situs-situs “”betting exchange”, seperti situs Betfair. Meski tetap diakui, data yang dipakai para penjudi adalah sigi (polling) tetapi kemudian disilangkan dengan kecenderungan pasar taruhan.

Image result for les candidats presidentielles 2017

Penjudi profesional mempertimbangkan pasar dan politik

Para penjudi politik memang mengutamakan kemenangan taruhan, tidak peduli afiliasi politik sicalon yang jadi taruhannya. Meski demikian kadang para pejudi profesional memperhitungkan aspek politiknya. Jadi, meskipun  penjudi politik bersifat objektif, tetapi mereka juga profesiona. Para penjudi Inggris memang tidak suka Donald Trump, tetapi ketika indikator menunjukkan Trump bakal menang, mereka mengabaikan aspek itu dan memasang taruhan untuk Trump.

Khusus untuk pasar taruhan pilpres Prancis, adrenalin para penjudi Inggris lumayan meletup-letup. Dengan 11 calon dan 4-5 calon terkuat, maka pilpres akan bergulir dalam dua putaran. Maka putaran pertama akan menjadi ajang pertaruhan yang seru dan membuat adrenalin para penjudi terbakar semangat bertaruh.

Karena itu memang menjadi fenomena menarik bahwa pasar taruhan politik mampu menjadi indikator hasil pemilu. Terlebih ketika suatu pemilu menjelangi hari ke-100 coblosan. Laman Betfair yang didirikan pada 2001, mampu menggiring penjudi untuk memasang taruhan pada calon terpilih. Demikian juga dalam referedum Brexit dan pilpre Amerika tempo kemarin, pasar taruhan sangat tinggi. Hal ini disebabkan lantaran sigi survai politik terlalu diikat oleh metode dan teori yang ketat, sementara politik itu subjektif, dan setiap pemilu itu unik, tidak sama dengan pemilu lainnya, bahkan bisa menciptakan model unik dengan prediksi unik.

Evolusi adrenalin menjelang coblosan pilpres Prancis 

Para pengamat perjudian politik melihat pilpres ini gila. Calon terkuat Alain Juppé berada di angka 70 % sebelum putaran pertama, dan Francois Fillon naik mencapai à 70 %. Sedangkan Macron menjadi favorit dua minggu setelah kasus korupsi  “PenelopeGate”, dan dia pertahankan sampai sekarang peluangnya di angka  55 % . Sedangkan Marine Le Pen tetap stabil, di kisaran 20 % dan 30 %, di sepanjang seluruh kampanyenya.

Ledakan petir di siang bolong justru dialami calon dari UMP dan naiknya rating Mélenchon. Alain Juppé dari 1000 lawan 1 (0,1 % peluangnya) menjadi 3 lawan 1 (33 %) ketika mulai digosipkan dia bisa menggantikan Fillon. Akan halnya Mélenchon, ratingnya adalah 300 lawan 1 (0,3 %) sekitar beberapa minggu lalu. Sekarang ini rating yang terjajar: 55% untuk Macron, 22 % untuk Fillon, 18 % untuk Le Pen dan 6 % untuk Mélenchon.

Macron, dengan demikian dipastikan akan masuk putaran kedua, siapa pun lawannya. Dan lawan utamanya adalah calon dari ekstrem kanan yang anti-Islam, Marine Le Pen dan akan dimenangkan Macron dengn 20% selisihnya. Tetapi, semua ini bisa berubah, pilpres Prancis begitu ketat dan 4 calon yang dijagokan tetap berada di margin error.

Meski survai dan pasar taruhan menjadi kian gamang, maka nanti malam angka siapa yang tertinggi ditentukan oleh hitung cepat hasil coblosan hari Minggu 23 April ini.

You may also like...