Indeks Baru Kebebasan Manusia, Indonesia Di Peringkat 71 Dunia

KORAN YOGYA—Indeks baru kebebasan manusia: Indonesia di peringkat 71! Lantaran bangsa-bangsa di dunia memiliki kebebasan ekonomi yang mengantarkan pada kecenderungan kebebasan pribadi, meski di sana ada dua kekecualian yang menarik.

Sens interdit empanada_paris(CC BY 2.0)

Memang menarik karena  Indeks kebebasan ekonomi dunia  versi Fraser Institute lantaran indeks tadi mengandai kepada kebebasan manusia. Artinya, kesejahteraan memberi peluang orang menjadi jauh lebih merdeka. Sekurang-kurangnya seperti yang diungkapkan di bawah:

Indeks kebebasan manusia (IKM) menyuguhkan pengukuran kebebasan manusia (…) Ada 76 indikator perbedaan kebebasan pribadi dan ekonomi. Fraser Institute meneliti di 152 negara pada 2012, yakni ketika data menjadi sahih dan tidak berubah-ubah lagi. Walhasil, Amerika berada di urutan ke-20. Negara-negara lainnya berada dalam klasifikasi seperti berikut: Jerman di urutan ke-12, Cili ke-18, Jepang ke-28, Prancis ke-33, Singapura ke-43, Afrika Selatam ke-70, India ke-75, Brasil ke-82, Rusia ke-111, Tiongkok ke-132, Nigeria ke-139, Arab Saudi ke-141, Venezuela ke-144, Zimbabwe ke-149, Iran ke-152…”

Hongkong dan Swiss berada di urutan ke-1 dan ke-2. Indonesia masih mujur berada di urutan ke-71.

Berikut ini Top 20 IKM, dengan dua skor, skor kebebasan pribadi dan kebebasan ekonomi.

Dan Mitchell, Total freedom ranking

Amerika Serikat tergelincir tetapi masih berada dalam Top 20, meski mereka berada di urutan ke-12 untuk kebebasan ekonomi, tetapi berada di urutan ke-31 untuk kebebasan pribadi.

Harus dicatat kini, kebebasan global sangat kuat berorelasi dengan kesejahteraan.

Negara-negara pada kebebasan kuartil pertama menikmati pendapatan per individu secara signifikatif lebih  tinggi (30 006 dollar) dibandingkan dengan kuartil-kuartil lainnya. Pendapatan per individu pada kuartil terahir adalah 2 615 dollar. IKM menemukan korelasinya yang sangat kuat antara kebebasan manusia dan demokrasi. Hongkong ada pada kriteria khusus ini. perolehan IKM mengandai pada kebebasan yang memiliki peran penting dalam kesejahteraan manusia.”

Berikut beberapa catatan atas metodologi Fraser Institute. Para peneliti menyepakati keseimbanan kebebasan pribadi dengan kebebasan ekonomi.

Salah satu tantangan terbesar membangun semua indeks adalah organisasi dan keseimbangan variabel, Prinsip yang mengantarkan kami kepada struktur IKM harus sederhana dan transparan (…) Indeks kebebasan ekonomi menerima separuh dari keseimbangan indeks global, sementara keamanan, fisik dan sipilm dan kebebasan-kebabsan pribadi lainnya yang membangun indeks kebebasan pribadi kami, menerima sisanya.”

Akan halnya catatan di atas, berikut ini Top 20 kebebasan bangsa yang berhubungan dengan kebebasan pribadi. Pada kolom lainnya akan terlihat klasifikasi kebebasan ekonomi dan kebebasan manusia global.

Dan Mitchell, Personal freedom rankings

Dalam tabel di atas penduduk Eropa Utara mendominasi klasemen disusul oleh beberapa negara bekas jajahan Inggris. Hal ini tidak mengherankan bahwa bangsa yang memiliki kebebasan ekonomi cenderung memiliki kebebasan individual, meski ada beberapa kekecualian.

Mendapati Singapura berada di peringkat ke-2 kebebasan ekonomi, tetapi dinamika ekonomi posisi itu justru meletakkan klasemen kebebasan individualnya di peringkat ke-75.”

Anomali lainnya adalah Slovenia, yang masuk dalam klasemen Top 20 kebebasan individual tetapi klasemen kebebasan ekonominya  berada di peringkat ke-105

Posisi yang berbeda justru dialami oleh Swiss dan Finlandia yang klasemen kebebasan pribadi dan kebebasan ekonominya mendudukkan mereka pada Top 10.(KY-79)

Lebih lengkap unduh di sini  Human-freedom-index-2015

You may also like...