Integrasi Kurikulum Siapkan Lulusan Yang Lebih Kompetitif

 

Résultat de recherche d'images pour "STEM"

Pendidikan telah menjadi bagian penting dari masyarakat di seluruh dunia. Walaupun memiliki nilai yang universal, metode pendidikan yang berlaku di setiap negara berbeda antara satu dan lainnya. Perbedaan inilah yang memberikan tingkat kemajuan pendidikan suatu bangsa berbeda-beda. Dengan perkembangan zaman, upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan melalui berbagai cara, seperti adopsi metode baru hingga revolusi sistem pengajaran melalui perubahan kurikulum. Salah satu metode baru yang menjadi topik hangat di dunia pendidikan adalah kurikulum berbasis empat cabang ilmu utama atau dikenal dengan STEM.

STEM (science, technology, engineering and mathematics) adalah terobosan baru kurikulum yang berfokus pada pendekatan interdisipliner dan aplikasi dari empat cabang ilmu yaitu sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Sistem kurikulum yang baru pada tahun 2009 dikampanyekan oleh Presiden Barack Obama yang kala itu berbasis pada hasil survei U.S. Department of  Education yang menunjukan bahwa minat pelajar untuk melanjutkan karir di bidang STEM setelah menyelesaikan studinya hanyalah sebesar 16%. Untuk itulah dilakukan inisiasi untuk meningkatkan minat para pelajar di empat bidang ilmu spesifik yang berkelanjutan untuk mendukung pengembangan inovasi dan riset di masa mendatang.

Hasilnya adalah integrasi empat cabang ilmu ke dalam satu subjek khusus yang kemudian diaplikasikan dalam sistem kurikulum institusi pendidikan. Kelebihan lain yang membedakan STEM dengan kurikulum konvensional yaitu pada penerapan metode ilmiah secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semakin aplikatifnya bidang ilmu yang dipelajari, para pelajar yang menggunakan sistem ini akan lebih terampil dan siap terjun ke posisi-posisi vital dalam proses pembangunan dan pengembangan negara.

Popularitas kurikulum ini telah menyebar hingga ke berbagai kawasan lain di luar Amerika. Kanada contohnya telah menunjukan presentasi aplikasi STEM yang cukup tinggi dan bahkan melebihi jumlah yang ada Amerika itu sendiri. Sementara untuk Afrika, proses penyetaraan terus dilakukan di seluruh benua untuk dapat mengaplikasikan sistem ini. Beberapa negara di Asia seperti Hong Kong, Qatar dan Vietnam telah ikut mengadopsi STEM ke dalam kurikulum sistem pendidikan nasional masing-masing.

Tren ini tentu saja menjadi salah satu peluang yang baik bagi dunia pendidikan Indonesia. Perlu ada kajian lebih lanjut untuk pengaplikasian metode ini ke dalam kurikulum nasional agar dapat sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan yang nantinya akan berdampak pada pasar secara luas. Namun bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun mendatang, sistem ini telah berintegrasi dan menjadi basis kurikulum di instansi-instansi pendidikan seluruh Indonesia. (Wahyu Ramadhan Yusuf)

You may also like...