Jagongan Malioboro : Tempat Baru Untuk Nongkrong

Koranyogya.com—Dinas Pariwisata Yogyakarta kembali menggelar sebuah acara yang bertajuk “Jagongan Malioboro” dengan tema acara “Budaya Sebagai Penguat Untuk Kemajuan Kepariwisataan DIY”. Acara ini berlangsung Sabtu, 25 Februari 2017 bertempatan di halaman Dinas Pariwisata DIY, Jl. Malioboro no.56 Yogyakarta. Acara ini berlangsung pada pukul 19.30 – 00.00 WIB yang dimeriahkan oleh Pentas Musik “Kelompok Minoritas”. Jogongan Malioboro bertujuan sebagai penambah daya tarik kepariwisataan di Malioboro khususnya pada malam hari dan meningkatkan lama tinggal wisatawan di Yogyakarta. Dengan harapan budaya dapat menjadi lokomotif pengembangan pariwisata Yogyakarta.

Jagongan Malioboro merupakan sebuah acara untuk mengaktifkan kanal komunikasi langsung dengan masyarakat atau ruang diskusi dan informasi antara masyarakat Jogja maupun wisatawan kepada pemerintah terkait dengan program-program kepariwisataan yang akan di kembangkan di DIY. Dalam acara ini juga harapannya pemerintah bisa dekat dengan masyarakat maupun wisatawan. Jagongan Malioboro juga bekerjasama dengan masyarakat digital Yogyakarta dan komunitas peduli pariwisata.

Acara tersebut menghadirkan Bpk. Eko Suryo selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kota, DR.Didik Purwadi selaku Asisten Keistimewaan dan Ir.Condroyono,M.sp selaku Pengamat Kepariwisataan dan Budaya DIY, dalam acara tersebut masyarakat Jogja diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan pemangku kepentingan terkait. Tidak sedikit masyarakat yang mengemukakan pendapatnya dan memberikan masukan terhadap pengembangan kepariwisataan di DIY yang berkaitan dengan ruang-ruang publik perkotaan.

Dalam acara ini juga menghadirkan pentas musik dari Kelompok Minoritas yang mampu menarik banyak perhatian masyarakat. Acara ini juga ikut dimeriahkan oleh dua orang MC Agoes Kencrot dan Ibnu Gundul Sri Redjeki yang memiliki humor tingkat tinggi. Jagongan Malioboro merupakan acara terbuka untuk umum dan dilakukan rutin setiap pada minggu keempat sehingga masyarakat umum dan wisatawan dapat bergabung untuk sharing bersama stakeholder Kepariwisataan DIY.

Laporan Shazkia dan Pasha

You may also like...