Jogja Geek Fair 2017: Reuni Para Seniman Digital

Foto Koran Yogya.

Foto Wahyu/KY

Yogyakarta –  Pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia menjadi peluang yang dapat membawa dampak besar di berbagai sektor nasional. Turut pula berdampingan dalam perkembangan tersebut adalah bidang teknologi yang menjadi bagian dalam mempercepat serta menawarkan kesempatan lebih luas bagi pertumbuhan sektor ekonomi. Salah satu yang menjadi bukti ‘persilangan’ antara ekonomi dan teknologi ialah munculnya start-up.

Start-up mengalami loncatan kemajuan melalui munculnya inovasi-inovasi yang ada di masyarakat dan meningkatnya kesadaran publik peluang wirausaha. Di Indonesia sendiri tren start-up terus menjamur di kalangan masyarakat, khususnya anak muda. Berbagai bentuk start-up hadir dan berkembang menjadi pesaing baru dalam dinamika ekonomi nasional. Kota pelajar menjadi salah satu daerah dengan potensi besar bagi perkembangan start-up. Didukung dengan semangat pendidikan berbasis wirausaha yang ditanamkan oleh institusi-institusi pendidikan yang ada, Yogyakarta tak pelak menjadi salah satu gaung bagi start-up di Indonesia.

Foto Koran Yogya.

Foto Wahyu/KY

Hal inilah yang menjadi alasan hadirnya Jogja Geek Fair 2017 yang dilaksanakan oleh ADITIF (Asosiasi Digital Kreatif), Jogja Digital Valley dan beberapa komunitas teknologi di Yogyakarta. Pameran yang berlangsung pada 6 Mei di Lantai 3 Hartono Mall ini, merupakan salah satu acara terbesar bagi para pelakon bisnis start-up, korporasi digital, komunitas dan talen yang ada di Yogyakarta. Secara umum rangkaian acara dalam pameran ini adalah Hiring, Tech – Talk, Challenge, dan Showcase.

Manajer Proyek Jogja Geek Fair 2017, Akbar Faisal, menuturkan “Konsep acara akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun lalu hanya berfokus untuk hiring yang lebih menekankan pada Jogja Geek Job Fair, namun sekarang bukan hanya jobfair saja, tapi juga sebagai ajang promosi untuk start-up”.

Selain dihadiri 50 perusahaan berbasis digital dan start-up, turut pula hadir dalam acara pameran adalah sesi talkshow dengan para narasumber dari perusahaan ternama baik nasional maupun internasional. Sebut saja perwakilan Linkdln, Google, Alibaba, Telkom, KUDO, Rarali, Bank Indonesia, Caption, Lemsaneg dan Salestock turut hadir mengisi empat sesi talkshow selama kegiatan pameran berlangsung.

Wahyu Ramadhan Yusuf

You may also like...