Jogja Gumregah “Jogja Istimewa”

koranyogya.com – Sabtu, 7 Maret 2015 sepanjang Jalan Malioboro hingga pelataran Kraton Yogyakarta hari ini dipadati lautan manusia. Jogja Gumregah, acara tahunan yang diselenggarakan pemerintah Kota Yogyakarta ini disambut meriah oleh masyarakat dalam negeri maupun luar enegeri. Meskipun sempat diguyur hujan deras namun entusias masyarakat yang datang dan para peserta kirab budaya tersebut tetap tinggi.

Parade di sepanjang Jalan Malioboro dimulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Peserta parade berasal dari berbagai macam instansi seperti Marching Band UGM, Jathilan, Paskibraka Yogyakarta dan masih banyak yang lainnya. Setelah melakukan parade di sepanjang Jalan Malioboro kemudian peserta berjalan memasuki pelataran Kraton Yogyakarta untuk mengikuti acara selanjutnya.

Antusias para masyarakat saat memadati kawasan Keraton Jogjakarta.

Entusiasme para warga yang memadati kawasan Keraton Jogjakarta. (Foto KY)

Acara ini sekaligus juga untuk launching citizen branding “Jogja Istimewa” yakni peluncuran logo baru Jogja. Filosofi “Jogja Istimewa” adalah sembilan arah pembangunan Jogja Renaisans yang meliputi bidang-bidang: pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga, tata ruang dan lingkungan. Disimbolkan dengan huruf “g” yang berbentuk angka Sembilan.

Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari Jogja Hip Hop Foundation, Pidato Sri Sultan Hmengkubuwono X, dan lomba foto sosial media. Di sekeliling pelataran Alun-alun Utara juga terdapat angkringan gratis yang disediakan oleh Sultan dan “Dahargembul” yaitu tumpeng yang dibawa oleh para instansi dan peserta yang hadir untuk kemudian dinikmati bersama-sama di dalam pelataran Kraton Yogyakarta. (RTH)

You may also like...