Juru Bicara Google Maps: “Tidak pernah ada penyebutan “Palestina” di Google Maps”

Koranyogya.comMenurut Google Maps, Palestina itu tidak ada lagi ! » Sejumlah besar netizen menyebarkan pesan ini dengan gencar belakangan hari sebagai rumor bahwa jika mengklik Google Maps, kata Palestina tidak ada lagi yang tersisa hanya Israel. Sejumlah akun Twitter merasa haru, dan menuduh firma Amerika ini melakukan manipulasi. Tetapi, menurut sejumlah media informasi itu tidak benar.

Capture d’écran d’un message accusant Google d’avoir « supprimé » la Palestine.

“Palestina ada di sini! Bikin malu saja!” (Twitter)

Awal rumor

Konon semuanya bermula dari  sebuah pesan di situs Forum wartawan Palestina, komunitas jurnalis yang berbasis di Gaza, 3 Agustus, 2016. Komunika yang yang menyatakan Google telah menghapus nama Palestina dari Google Maps pada 25 Juli 2016. Sebuah tindakan yang dinyatakan ‘kejahatan’ dan ‘penipuan’ dalam sejarah geografi, untuk itu komunitas menuntut pernyataan maaf perusahaan Amerika itu.

Sejumlah situs internet pun ikut memanas-manasi, terutama situs propaganda Rusia Sputniknews.

Google Maps tidak pernah mencantumkan nama Palestina

Dengan sekilas lihat saja pada  Google Maps dapat dikonfirmasi tidak adanya kata Palestina pada peta. Sebagai gantinya hanyalah wilayah yang dibatasi oleh garis-garis putus  tanpa nama :

 

Le mot « Palestine » est effectivement absent de Google Maps.

 

Sebaliknya, situasi ini tidaklah baru, seperti yang dicatat Washington Post. Bahwa dalam cuitan pesan yang diterbitkan 25 Juli  pada jejaring  medsos menyebutkan tidak adanya kata ‘Palestina’. Jadi memang keliru mengatakan adanya penyuntingan atau penghapusan.

Tidak pernah ada penyebutan Palestina di Google Maps, sementara itu kami menemukan sebuah ‘bug’ yang menyebabkan hilangnya penyebutan ‘Tepi Barat Yordania’ dan ‘Jalur Gaza’,” tegas Elizabeth Davidoff, seorang juru bicara Google, di situs Dailydot. Dan menyebutkan bahw a dua nama itu akan segera dimunculkan lagi (kini sudah dimunculkan).

Polemik terjadi kemudian di ranah lain yakni penggerakan sebuah petisi oleh change.org yang menuntut Google mencantumkan nama Palestina pada peta. Himbauan ini, dilansir 5 bulan silam, telah melebihi, pada 10 Agustus kemarin, 260.000 penandatangan, artinya 50.000 tanda tangan dalam 24 jam.

Meski semua ini dilancarkan lewat informasi palsu, tetapi perdebatan ini mengingatkan bahwa pilihan layanan Google Maps sama sekali tidak pernah netral.

Dan ini bukanlah kali pertama perusahaan Amerika itu menerima kritikan di soal Palestina. Pada 2013, perusahaan multinasional ini mengakui Negara Palestina  pada mesin pencarinya, dengan mencantumkan ‘Palestina’ pada logonya untuk halaman google.ps , dan di sana hanya ada ‘Teritorial Palestina’. Google tidak melakukan layanan kartografi. Karena saat itu dia masih pro-Israel.

 

You may also like...