Kemenangan Donald Trump Hancurkan Harapan Lahirnya Negara Palestina

Koranyogya.com—-Menteri Pendidikan Israel  Naftali Bennett, pemimpin lobi pemukim, Rabu kemarin menyatakan bahwa gagasan mendirikan sebuah Negara Palestina yang berdampingan dengan Israel ‘batal’ dengan sendirinya dengan kemenangan Donald Trump.

“Kemenangan Trump menghadiahi Israel kesempatan untuk menolak dengan tegas gagasan pendirian sebuah Negara Palestina,”kata Naftali Bennett dalam satu pernyataan resmi yang memang dikenal sangat anti adanya negara Palestina.

“Begitulah posisi presiden terpilih Donald Trump dan begitulah posisi politik kami. Zaman Negara Palestina boleh batal,”lanjutnya.

Akan halnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dua jam setelah kemenangan Trump, belum juga bereaksi. Netanyahu secara resmi mendukung solusi adanya dua negara, yakni pendirian Negara Palestina berdampingan secara damai dengan Negara Israel. Perspektif demikian adalah kemajuan yang tidak pernah ada sebelumnya.

Belum bereaksinya Netanyahu, maka sebaliknya dengan sejumlah tokoh Israel yang langsung mengucapkan selamat kepada Trump dan mengingatkan presiden Amerika ke-45 itu untuk segera memindahkan Kedubes Amerika dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem telah memutuskan politik historis Amerika. Lantaran Amerika memang tidak pernah mengakui bahwa Jerusalem adalah ibukota Israel.

Walikota Jerusalem Nir Barkat, wakil Menlu Tzipi Hotovely dan Menteri Kehakiman Ayelet Shaked juga menghimbau Trump agar memegang janjinya saat berkampanye, yakni memindahkan kedubes Amerika dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Terpilihnya Donald Trump,”Adalah simbol masa depan yang penuh oportunitas bagi Israel,”kata menteri  Hotovely, yang anggota partai Netanyahu, dalam sebuah pernyataan resmi,”Inilah titik terbaik untuk menjalin kembali dengan pemerintah Amerika yang baru untuk konsisten memindahkan kedutaan Amerika ke Jerusalem.”

Jerusalem memang ambisi paling hebat bagi Israel untuk mengklaimnya sebagai bagian sejarah bangsa Yahudi. Namun, tempo lalu Unesco menurunkan resolusi bahwa Jerusalem tidak ada hubungannya dengan Yudaisme, artinya Jerusalem sepenuhnya, secara historis, milik bangsa Palestina. (KY-87)

You may also like...