Ketika Air Kali yang Kotor Menjadi Bahan Es Batu

Foto Koran Yogya.

Pasha/KY

Catatan Afifah Cinthia Pasha

Kuliner, beberapa tahun terakhir kuliner sudah seperti menjadi sebuah lifestyle di kalangan masyarakat. Perkembangan pesat dari industri kuliner turut menyumbang banyak berbagai peluangan usaha. Jika membicarakan tentang kuliner pasti tidak jauh dengan pendampingnya, yaitu minuman. Minuman dingin adalah minuman yang paling populer di kalangan masyarakat khususnya Indonesia yang memiliki iklim tropis. Minuman dingin pun bervariasi bentuknya, ada yang hanya di masukan ke lemari es, dibekukan, atau ditambahkan dengan es batu/es kristal. Es batu atau minuman dingin juga seakan-akan sudah menjadi kebutuhan pokok setiap musim panas. Masyarakat Indonesia sendiri sudah tidak asing lagi dan terbiasa meminum es demi melepaskan dahaga dimusim panas atau setelah menyantap makanan.

Kita sering mendengar ucapan orang tua “jangan kebanyakan minum es nanti batuk/sakit”, lalu apa benar es menyebabkan batuk dan sakit?. Sebenarnya tidak ada sama sekali korelasi langsung antara konsumsi minuman dingin, air es, dengan batuk pilek flu. Batu dan flu biasanya disebabkan karena stamina tubuh yang menurun ditambah dengan pola hidup dan pola makan yang tidak sehat, membuat tubuh rentan terserang penyakit. Dan pada kenyataannya minum es hanya memperparah kondisi seseorang yang sebenarnya imunnya sedang menurun atau justru sudah terkena flu atau batuk. Penyebab utama flu biasanya adalah virus yang ditularkan melalui udara. Jadi minum es sebenarnya tidak menyebabkan batuk dan flu, tapi kita juga perlu waspada dengan bahaya es batu karena penyalah gunaannya.

Beberapa tahun terakhir banyak opnum-opnum yang tidak bertanggungjawab menjadikan es batu sebagai sarana berbuat curang. Ada beberapa jenis es yang berdar dikalangan masyarakat, 2 jenis yang sangat populer adalah es balok dan es kristal. Perlu kita ketahui 99% es batu yang beredar di masyarakat dibuat dari air mentah bahkan ada es batu yang dibuat dari air kali. Bisa kita bayangkan berapa banyak penyakit yang terkandung dalam es batu balok. Ada perbedaan antara es kristal dengan es balok secara umum. Es kristal digunakan untuk dikonsumsi, sedangkan es balok digunakan untuk proses pengawetan makanan seperti ikan, daging atau produk segar lainnya. Opnum nakal biasanya mencampur es balok dengan bahan kimia seperti kaporit, tawas, antifo dan soda api agar air kali terlihat bersih. Kurangnya informasi dikalangan masyarakat memuat es balok diperjual belikan bahkan digunakan secara bebas. Banyak tempat makan dipingir jalan atau penjual es yang menggunakan es balok dikarenakan es balok lebih murah, biasanya dijual kisaran 7000-9000 per balok.

Biasanya es balok dibuat dari air mentah dan dicampur dengan bahan kimia sehingga kandungan bakteri patogen dalam es balok sangat banyak karena tidak diproses seperti air minum. Bahkan es balok juga mengandung bakteri E-COLI yang jauh di atas batas normal (10.000 – 20.000 per 100 ml). Secara tidak langsung es balok mengandung bakteri yang hampir sama dengan kotoran manusia. Bagaimana tidak mengandung bakteri air yang digunakan kebanyakan adalah air kali yang sudah tercemar oleh limbah dan pencetak balok-balok es tersebut juga sudah berkarat. Pendistribusian es balok sendiri biasanya hanya menggunakan truk atau becak yang diberi alas terpal dan biasanya pedagang minuman hanya menyiram es balok dengan air agar bersih. Dari sini sudah tidak bisa dijamin kehigienisan dari es balok tersebut. Banyak sekali efek yang ditimbulkan dari es balok tersebut, dari mulai jangka pendek maupun jangka panjang. Biasanya efek jangka pendek orang yang mengkonsumsi es balok akan merasakan mual, muntah dan sakit perut. Dan efek jangka panjangnya adalah kanker.

Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi es. Jika melihat es yang digunakan adalah es balok alangkah baiknya untuk menghindarinya. Es batu yang aman adalah es batu yang dibuat dari air matang atau jenis es batu kristal yang sudah banyak digunakan. Cara membedakan es batu mentah dan matang cukup mudah. Es batu dari air mentah akan terlihat berwarna putih seperti awan karena masih banyak gas oksigen yang terkandung di dalamnya. Sedangkan es yang terbuat dari air matang terlihat bening sekali karena gas yang ada di dalam air terlepaskan saat proses perebusan.

“Di daerah Yogyakarta sih masih cukup banyak yang pakek es balok. Kebanyakan warung tenda pinggir jalan terutama es buah atau es campur” sahut Lyn, Mahasiswi.

You may also like...