Ketika Para Pembalap Moto GP Stress Tidak Punya SIM

Quand les pilotes stressent ou déçoivent en passant leur permis !

Danilo Petrucci. AFP

Sudah lazim bahwa para pembalap sepeda motor tidak punya SIM (surat izin mengemudi) saat mereka bergabung dengan kelas elit Grand Prix, seperti Danilo Petrucci yang mendapatkan SIMnya pada hari Selasa kemarin. Tetapi jangan berpikir bahwa mereka tidak stress untuk menunggu bisa memiliki SIM.

Gagal ujian praktik

Ketika berlibur baru-baru ini, Danilo Petrucci memanfaatkan kesempatan itu untuk mengurus SIM A (roda dua ber-cc minimal 600). Pembalap Italia, yang bergabung dengan lingkaran pemenang Grand Prix pada musim semi, mengaku harus mengikuti training sebelum mendaftar untuk ujian, yang ia lulus pada hari Selasa kemarin. Asal tahu saja, para pembalap Moto GP tidak wajib memiliki SIM untuk meniti karir di dunia balap elit Moto GP lantaran memulai karir mereka jauh sebelum usia legal untuk mengemudi di jalan.

“Saya selalu naik motor tidak bawa SIM ,” jelasnya beberapa hari yang lalu, merujuk pada otorisasi yang diperoleh setelah ujian teori dan memungkinkan, di Italia, untuk mengemudi dalam kondisi tertentu. “Saya agak malu, tapi saya tidak membutuhkannya, saya bahkan tidak mengonversi SIM militer yang saya miliki, karena … Saya malas, tetapi beberapa kali saya memperbarui SIM sementara, tetapi saya tidak pernah lulus ujian [praktik] karena saya tidak pernah punya waktu untuk menunda satu dan mengatakan hari itu, saya akan berada di sana. “

Setelah baru-baru ini pindah ke Forlì untuk lebih dekat dengan Andrea Dovizioso, Danilo Petrucci ingin menikmati kembali suasana dengan keluarganya di Terni, untuk memenuhi janji ini. Tapi jangan mengira itu hanya formalitas bagi pengemudi profesional, karena tenggat waktu ini telah menimbulkan lonjakan stres ujung tombak tim Ducati itu. “Saya cukup khawatir,” katanya sebelum tiba di sana, “bukan karena harus naik sepeda motor, tetapi karena saya berharap tidak gagal dalam ujian praktik, dan kemudian saya berdoa agar mendapat penguji yang tidak galak dan suka mengerjai pencari SIM” Dan ketakutan itu pun hilang pada saat dia berhasil ujian praktiknya.

Gambar terkait

Maverick Viñales, gugup ujian praktik SIM. AFP

Maverick Viñales pasti tidak akan berbohong, dia yang juga mengaku merasa cemas ketika dia lulus ujian SIM, belum lama ini. “Saya menghabiskanwaktu tahun lalu, itu tidak mudah. Saya harus menenangkan diri dari tekanan stress. Saya lebih stress menunggu ujian SIM katimbang saat harus turun ke arena balap. Sumpah!” pembalap Yamaha itu senyum simpul. “Di sini, saya punya kebiasaan, tetapi dalam situasi ini saya merasa sedikit gugup, itu tidak mudah. Sebenarnya, saya merasakan lebih banyak tekanan ujian SM daripada sebelum balapan.”

Márquez di depan penguji SIM… kecewa!

Marc Márquez tidak akan mengatakan apakah dia stres sebelum ujian, dia mengumumkan bahwa dia telah mengambil tes praktis pada awal Juni, antara Grand Prix Italia dan Catalan. Tenggat waktu yang dia tunda sejak ketika dia lulus teori musim dingin lalu, cedera bahunya menghalangi dia untuk ujian praktik.

Hasil gambar untuk marc márquez

Pun Marquez, harus disemprot penguji praktik SIM A. AFP

“Saya berkesempatan tiga minggu lalu, saya merahasiakannya, saya dan saudara lelaki saya lulus akhirnya,” ungkap Juara Dunia ini di sela-sela Grand Prix Jerman akhir pekan lalu. . “Saya menghabiskan hampir 40 menit di atas motor, di jalan-jalan nasional dan di kota,” kata pembalap Spanyol itu, dia tertawa meledak-ledak karena tidak terlalu mengesankan penguji praktik itu. “Untuk ujian praktik lintasan, saya harus melakukan tes dalam 23 detik, saya tidak akan mengatakan berapa lama saya melakukannya, tetapi mereka mengatakan ‘kami mengharapkan lebih baik dari Anda’! “

Artinya, sehebat apa pun pembalap Moto GP, ketika harus ujian SIM di depan penguji, tetap saja mereka manusia biasa: stress dan gugup ketika ujian praktiknya gagal.

 

You may also like...