Konser Badai Pasti Berlalu Plus Segarkan Kebangkitan Musik Pop Era 80an

Koranyogya.com—Konser Badai Pasti Berlalu (BPB) Plus ‘Yockie Suryo Prayogo’ Yogyakarta, menjadi salah satu rangkaian acara Dies Natalis FISIPOL UGM yang ke-61. Kafispolgama Ngangkring: Konser Badai Pasti Berlalu Plus “Yockie Suryo Prayogo” sukses mengembalikan romantisme di kota Yogyakarta melalui tembang-tembang  yang melegenda sejak tahun 70 hingga 80an. 

Nomor-nomor kebangkitan lagu pop Indonesia era 80an memukau penonton lewat Konser Badai Pasti Berlalu Plus (Alya-KY)

Deretan nama penyanyi dan musisi asal Jogja seperti Pongki Barata, Bonita turut meramaikan konser yang akan diselenggarakan di Grand Pacific Hall, 6 November antara lain Berlian Hutahuruk, Louise Hutauruk, Dian Pramana Putra, Benny Subardja, Kadri Muhammad, Fryda Luciana, Andi Rif, Gilang Samsu, Ariyo Wahab dan sederetan artis lain turut menampilkan aksinya di Yogyakarta. Tak ketinggalan dalam konser ini tampil Erros Djarot selaku kreator album Badai Pasti Berlalu yang menjadi salah satu tonggak sejarah musik pop di Indonesia. Konser ini juga menghadirkan sosok Yockie Suryo Prayogo selaku keyboardist dan music director.

Setelah tampil di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Malang, Yogyakarta menjadi tempat penutup konser album Badai Pasti Berlalu. Selain sebagai persinggahan terakhir, Yogyakarta bukan hanya menjadi tempat yang istimewa. Beberapa artis pengisi konser ini pun memang dibesarkan oleh romantisme kota Yogyakarta. Sebut saja Pongki Barata, penyanyi yang sudah malang melintang di industri hiburan Indonesia ini merasa terhormat bisa tampil dalam Konser Badai Pasti Berlalu Plus Yogyakarta.

“Menyanyikan lagu-lagu legenda, siapa yang tidak mau? Kesempatan ini tidak akan saya lewatkan, apalagi konsernya di Yogyakarta, kota dimana saya dibesarkan. Nuansa magis lagunya akan cocok dengan suasana kota Yogyakarta,” ungkap Pongki.

Selain dihadiri para artis papan atas dari ibukota, beberapa tamu undangan penting juga turut hadir di tengah-tengah penonton diantaranya, Dekan Fisipol Dr. Erwan Agus Purwanto, Ketua KAGAMA Ganjar Pranowo S.H. M.IP, Ketua KAFISPOLGAMA Eddie Siregar, M.Si, Wakil Rektor UGM Bidang Kerjasama dan Alumni Dr. Paripurna, SH., M.Hum, LL.M, serta Dekan Senior dari Fakultas Psikologi UGM.

 “Biasanya para akademisi fisipol itu mengekspresikan daya kritisnya itu biasanya lewat pidato, lewat tulisan, tapi mudah-mudahan dengan adanya konser ini nanti cara ekspresi baik dosen, mahasiswa fisipol dalam berkritis ria itu bisa diekspresikan lewat  cara berkesenian seperti malam hari ini” Ujar Dr. Erwan Agus Purwanto dalam sambutannya.

Tembang-tembang legenda yang ditampilkan antara lain sederet lagu populer album soundtrack film “Badai Pasti Berlalu”, tembang kenangan era 70-80an seperti lagu-lagu jebolan Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) tahun 77-79. Disusul lagu-lagu hits garapan Yockie Suryo Prayogo, yang tetap menjadi favorit dari masa ke masa, seperti Nuansa Bening, Juwita, Khayal, Apatis, dan Merpati Putih. Yogyakarta dan tembang lawas sukses menjadi padu-padan yang pas untuk dinikmati.

Alya Athika

Kamila Baswedan

You may also like...