Korban Meninggal Kebakaran Pabrik Kembang Api Kosambi Tangerang Sukar Diidentifikasi

Polisi mengumpulkan korban meninggal dalam kebakaran hebat pabrik kembang api dan petasan Kosambi Tangerang, Banten (Tempo)

Akhirnya polisi menangkap Indra Liyono, 40 tahun, pemilik  kembang api  PT Panca Buana Cahaya Sukses, Kosambi Tangerang, yang mengalami kebakaran, Kamis kemarin. Indra dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas musibah kebakaran yang merenggut nyawa 47 orang dan melukai 43 orang itu.

Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Harry Kurniawan di lokasi kebakaran, Jumat, 27 Oktober 2017, mengatakan bahwa pemilik pabrik kembang api dan petasan sudah diserahkan ke Polda Metro Jaya.Harry mengatakan Indra saat ini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif.

Statusnya akan ditentukan Polda Metro Jaya setelah pemeriksaan saksi-saksi lain. Akan halnya informasi banyaknya pekerja yang terjebak di dalam pabrik saat kebakaran terjadi karena pintu gerbang digembok, Harry menuturkan hal itu tidak benar.”Berdasarkan keterangan saksi yang berhasil selamat, mereka justru keluar dari pintu utama yang tidak terkunci,” katanya. Korban justru, menurutnya, disebabkan oleh kobaran api yang sangat besar dan sejumlah pekerja terjebak di dalamnya.

Korban tewas sukar diidentifikasi

Polisi kesulitan mengidentifikasi puluhan korban tewas akibat ledakan petasan di pabrik kembang api. Sebanyak 47 orang tewas dalam tragedi hari Kamis itu, 26 Oktober 2017 ini. Kondisi jasad hangus dan bagian tubuhnya sudah terpisah-pisah. Sulit diidentifikasi, jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono.

Hingga kini polisi masih mencari 13 orang yang hilang dan selama ini bekerja di pabrik tersebut. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kebakaran gudang di Jalan Raya Salembarang itu bermula pada pukul 08.30. Warga sekitar mendengar suara ledakan besar dari dalam gudang yang berjarak belasan meter dari SMP Negeri 1 Kosambi itu. Ledakan besar yang meruntuhkan atap gudang diikuti ledakan-ledakan lebih kecil. “Gudangnya kan memang berisi bahan mudah terbakar,” ujar Argo.

Ketika api terus membesar, pekerja pabrik petasan itu tak bisa menyelamatkan diri. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang, Agus Suryana, satu-satunya pintu gerbang gudang tersebut dikunci. “Saat kami tiba di lokasi, kami langsung mendobrak pintu yang tergembok,” ujar Agus.

Begitu pintu terbuka, menurut Agus, pekerja yang berada di bagian depan pabrik berlarian keluar. Meski akhirnya selamat, sebagian besar dari mereka telah terluka. “Ada yang keluar diseret temannya,” ujar Agus.

Api  padam sekitar pukul 14.00, setelah Damkar mengerahkan 11 unit mobil pemadam. Korban tewas, menurut Agus, ditemukan bertumpuk di bagian belakang gudang. Agus menduga korban berlari ke belakang gudang untuk menyelamatkan diri. Tapi di sana mereka malah terjebak dan terbakar.

Agus menerangkan, sebagian karyawan bekerja di bagian depan yang merupakan luar bangunan. Di bagian tengah bangunan terdapat mesin dan gudang bahan baku kembang api. Adapun bagian belakang bangunan, yang tertutup rapat, merupakan tempat pengepakan.

 

You may also like...