Maju Karya, Usaha Kerajinan Kulit Turun Temurun

KORANYOGYA – Pucung Karangasem, Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul merupakan daerah yang terkenal akan sentra kerajinan tatah sungging kulit terutama wayang. Tatah sungging merupakan seni memahat dan mewarna dalam satu media. Sebagian besar penduduk di Pucung merupakan pengrajin kulit. Di Pucung sendiri, media yang digunakan berupa kulit sapi atau kerbau yang biasanya dapat dibuat menjadi wayang.

IMG_9819

Kerajinan kulit sapi Pak Suyono yang turun temurun. (foto: KY/RKA)

Salah satu sanggar kerajinan kulit yang terkenal adalah Maju Karya milik Bapak Suyono. Tempat Workshop Maju Karya sendiri berada di Jalan Imogiri Timur KM.14 Pucung Barat, Nogosari 2, Wukirsari, Bantul. Namun Bapak Suyono juga membuka showroom di Pasar Seni Gabusan los 1 dan 2 Jalan Parangtritis KM.9,5 Sewon.

Berada di tengah keluarga pengrajin kulit menjadikan Bapak Suyono memiliki keterampilan dalam membuat kerajinan kulit sejak kecil. Ilmu tersebut didapat dari orang tua dan kakek buyut Bapak Suyono yang merintis usaha ini sejak tahun 1918. Bapak Suyono memulai karirnya dari menjadi buruh pemahat. Lalu setelah menikah dan memiliki anak pada tahun 1987, Bapak Suyono memberanikan diri untuk membuat usaha sendiri dengan modal keterampilan dan keberanian.

Kini, Maju Karya sudah berkembang pesat. Tidak hanya membuat kerajinan kulit berupa wayang tetapi juga berinovasi menjadi pembatas buku, lampu, kipas dan souvenir yang lainnya. Karya Bapak Suyono pun sudah melesat hingga ke luar negeri. Selain itu, Bapak Suyono juga membuka paket wisata untuk para pengunjung yang ingin mempelajari cara pembuatan kerajinan kulit. (RKA)

You may also like...