Mark Clattenburg Wasit Kontroversial Akan Pimpin Final Prancis-Portugal

KORANYOGYA.com—Mark Clattenburg ditunjuk l’UEFA sebagai wasit babak final Euro 2016 antara Protugal dan Prancis Minggu malam besok. Bagi wasit Inggris ini, tugas berat ini adalh penghormatan bagi dirinya yang selama beberapa tahun ini dia dibanjiri kritik keras, di antaranya dia pernah dituduh rasis.

See original image

Mark Clattenburg, wasit yang memimpin final Euro 2016 di Paris Minggu besok (Reuters)

Di usianya yang ke-41, lelaki Inggris ini dipilih UEFA untuk memimpin pertarungan final Minggu malam besok (10/7) di Stade de France, antara Prancis dan Portugal.  Catatan kerjanya selama empat minggu di kompetisi, tidak ada yang menghebohkan, sama halnya dengan wasit Italia  Nicola Rizzoli, yang Kamis malam kemarin memimpin pertandingan antara les Bleus  dengan Jerman, mendapatkan kehormatan untuk itu.

Tetapi, wasit Inggris ini selama beberapa tahun menjadi curahan kritikan dunia bola. Di awal-awal karirnya, seperti kebanyakan wasit internasional lainnya, jatuh bangun dalam karirnya.

Dua final pada tahun 2016

Polemik tentang keputusannya di lapangan cukup panjang. Pada 2010 misal dia seperti sengaja menguntungkan klub Auxere saat menghadapi Ajax Amsterdam. Pun, dalam catatan banyak Twitter, jika dia memimpin pertandingan Manchester United, klub ini kerap diuntungkan. Dia juga pernah menganulir gol yang sah klub Spurs di gawang  Old Trafford pada 2005,  begitu bagi  klub Everton dua tahu kemudian, dia mengesahkan gol  Nani yang tidak sah di gawang Tottenham.

Pada musim gugur 2012, sebuah kasus baru nyaris mencoreng wajahnya. Setelah sukses memimpin pertandingan  MU melawan Chelsea di Premier League (3-2), dia mengesahkan sebuah gol di luar pertandingan. John Obi Mikel pun protes dan menuduhnya rasis. FA pun menyelidiki kasus itu dan berakhir pernyataan maaf dari FA untuk publik bola Inggris.

Sejak itulah  Mark Clattenburg jadi bahan kritikan dan menjadi referensi wasit yang buruk. Tetapi, dia tetap saja mencoba bekerja dengan hasil terbaik, dan ia diberi kesempatan memimpin turnamen Olimpiade di London, Supercoupe UEFA 2014 sebelum kemudian bekerja penuh pada musim 2015-2016. Setelah fina; FA Cup dan Ligue Champion, dia ditugasi lagi memimpin final Euro 2016.( KY-24)

You may also like...