Mauritania Menutup Pusat Pendidikan Ulama di Arafat

Pihak berwenang Mauritania mengatakan bahwa pusat pelatihan ulama mengajarkan Islam radikal untuk menanamkan ideologi ekstremis. (Gambar ilustrasi) © GEORGES GOBET / AFP

Otoritas Mauritania pada hari Senin (24 September) menutup pusat pelatihan bagi ulama, ulama Muslim. Terletak di Arafat, di pinggiran selatan Nouakchott, pusat ini dikelola oleh ulama Mauritania Mohamed el Hassen ould Dedew.

Otoritas Mauritania mempertahankan pendapat bahwa pusat pelatihan para ulama (atau para sarjana dalam ilmu-ilmu Islam) mengajarkan sebuah Islam radikal yang cenderung menanamkan dalam pikiran pada para mahasiswa ideologi ekstremis.

Tuntutan ditolak oleh direktur pusat, Mohamed el Hassen ould Dedew. Dia mengingatkan bahwa pendirian pusat pendidikan ulama itu adalah lembaga pengabaran ilmiah yang bekerja untuk penyebaran pengetahuan tentang Syariah Islam dan aplikasinya.

Dididikan pada tahun 2009, lembaga menerima hampir 500 mahasiswa Mauritania dan asing, terutama dari Afrika Barat dan Asia. Empat puluh lima dosen bekerja di tempat ini. Kuliah-kuliah mengajarkan hukum syariah, hukum Islam.

Sheikh ould Dedew memberontak terhadap penutupan pusat yang dia gambarkan sebagai tidak adil. Sebagai tokoh agama, yang memimpin universitas Al-Quran lainnya di seluruh negeri, ia telah menerima dukungan dari partai oposisi terkemuka yang telah mengutuk dalam konferensi pers pada hari Selasa penutupan pusat pelatihan ulama Arafat.

You may also like...