Memetik Rezeki Wisatawan Dari Fenomena Alam Gerhana Matahari Total

KORANYOGYA.com—Ribuan astronom, pekan ini,  sangat entusias untuk mengamati gerhana matahari total (GMT) langsung dari lokasi di beberapa kota di Indonesia, di Palembang, Ternate, dan Palu terutama. Peristiwa yang sama, yang lebih ramai, yang terjadi pada 33 tahun silam, dan dipusatkan di Borbudur, merupakan saat-saat yang ditunggu bagi para peneliti astronomi dan, tentu saja. bagi para wisatawan dunia.

Masyarakat menguji filter untuk mengintip GMT di dekat Jembatan Ampera sungai Musi, Palembang sehari sebelum gerhana. © Reuters

GMT ini  tampak di sebagian Australia dan Asia Tenggara, tetapi hanya di sebagian provinsisIndonesia aaja matahari akan ditutupi bulan secara total pada Rabu pagi hari.

Fenomena alam ini dengan sendirinya membawa arus kedatangan wisatawan ke Asia Tenggara dan mendatangkan uang yang tidak sedikit. Terlebih, di setiap kota provinsi yang GMTnya utuh, diselenggarakan festival-festival musik dan sejenisnya dan malam harinya digelar pasar malam.

Kami menerima kedatangan wisatawan sejauh kapasitas yang kami miliki,”ungkap Muhaimin Ramza, manajer Aston Hotel Palembang kepada Reuters. Hotel yang dikelolanya, begitu juga hotel-hotel di seluruh Palembang, benar-benar booked.

Pariwisata Indonesia memang terbilang menggembirakan tahun ini, lantaran tahun lalu Indonesia berhasil mengundang 10 juta wisatawan asing, dan pada tahun 2019 pemerintah berharap dapat melipatgandakan angka kunjungan itu. Dan pada Januari 2016 ini, Indonesia kedatangan wisatawan asing naik sekitar 2% dari tahun lalu.

Meski pulau Jawa tidak terlewati GMT secara utuh, namun masyarakat dapat menyaksikan GMT dengan menggunakan film negatif hasil rongent yang pernah mereka miliki dari pemeriksaan laboratorium saat sakit tertentu. Hal ini dapat terjadi demikian karena sebagian di pulau Jawa GMT tampak sekitar 80%. Karena itu menjadi pemandangan lazim, setelah selesai solat gerhana, bagi umat muslim, mereka bergegas pulang ke rumah untuk menyaksikan fenomena alam yang mereka pandang sebagai bukti kebesaran Tuhan.

Berikut foto-foto KY yang dipetik dari film negatif rongent  dari daerah Kalasan, Yogyakarta:

DSCN0293

Foto KY

Foto KY

Foto KY

Foto KY

Foto KY

(Foto KY)

(Foto KY)

GMT adalah peristiwa ketika bayangan bulan terlihat dari bumi dan melewati antara bumi dan matahari. Gerhana tidak total lebih sering terjadi dari pada gerhana total. GMT terakhir terjadi pada Maret 2015, tetapi hanya tampak di sekitar Kutub Utara saja. Indonesia terbilang berpengalaman di soal GMT, karena GMT terakhir yang terjadi di Indonesia sekitar 33 tahun silam, dan akan terjadi lagi di Indonesia pada 33 tahun mendatang. (KY-33)

You may also like...