Mengganti Gula Pasir Biasa dengan Gula Jagung, Lebih Amankah?

mausehat.com

mausehat.com

Yogyakarta, Koranyogya.com — Banyak iklan yang mengatakan bahwa mengonsumsi gula jagung atau fruktosa, yaitu gula yang terbuat dari buah-buahan lebih aman daripada mengonsumsi gula pasir biasa atau sukrosa, yaitu gula yang terbuat dari tebu, terutama bagi penderita diabetes. Hal itu menyebabkan banyak konsumen gula pasir biasa beralih ke gula jagung, baik konsumen dengan penderita diabetes maupun konsumen yang hanya ingin menghindari diri dari penyakit dan menjaga tubuhnya tetap sehat.

Hampir setiap hari kita mengonsumsi gula untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita, mulai dari gula yang terdapat pada makanan hingga gula yang terdapat pada minuman. Tak jarang pula hal itu menimbulkan kekhawatiran dalam diri kita karena mengonsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas maupun menimbulkan penyakit diabetes. Alhasil, banyak orang yang menyiasatinya dengan mengonsumsi  gula jagung yang dipercaya lebih aman.

 Namun, fakta di lapangan membuktikan sebaliknya. “Sebuah penelitian yang membandingkan efek larutan fruktosa dan larutan sukrosa terhadap tikus menunjukkan bahwa tikus yang mendapatkan larutan fruktosa ternyata lebih cepat mengalami obesitas jika dibandingkan dengan tikus yang mendapatkan larutan sukrosa”, seperti yang dilansir dari klikdokter.com.

Sebenarnya tidak masalah untuk mengonsumsi gula pasir biasa maupun gula jagung, asalkan masih dalam tahap wajar dan tidak berlebihan. Oleh karena itu, sering-seringlah untuk mengecek gula darah agar gula yang dikonsumsi oleh tubuh tetap terkontrol dengan baik sehingga tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit. (ASN)

You may also like...