Menjalin Hidup Dengan Berjualan Mendoan

KORANYOGYA – Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk bertahan hidup. Di zaman seperti ini, dapat dikatakan cukup sulit untuk mencari sesuap nasi, karena semakin maju zaman, semakin meningkat taraf hidupnya. Perekonomian semakin sulit diatasi. Namun walau demikian jika kita menjalaninnya dengan tekun dan giat, pasti semua bisa dapat diatasi. Begitu juga dengan Bu Supyah yang setiap hari berjualan mendoan sebagai pendapatan utama.

ibu Supyah sedang menggoreng tempe mendoan andalannya.(Foto:KY/DTA)

ibu Supyah sedang menggoreng tempe mendoan andalannya.(Foto:KY/DTA)

Ibu Supyah (62) seorang ibu single parent yang menghidupi kehidupannya bersama dengan anak-anaknya dengan berjualan mendoan. Mendoan merupakan makanan tradisional khas Cilacap, yaitu tempe yang berbentuk tipis digoreng dengan balutan adonan tepung terigu yang dicampur dengan kunir, daun bawang, dan bumbu bawang yang sesudah dihaluskan. Ibu Supyah mengaku sudah berjualan mendoan selama 25 tahun sejak tahun 1990. Beliau memilih untuk berjualan mendoan karena menurut beliau mendoan adalah salah satu makanan tradisional yang tak akan luput oleh jaman. Hal itu terbukti dari zaman ibu dari Ibu Supyah yang sudah sering membuat mendoan untuk keluarga, jadi Ibu Supyah terinsiprasi untuk mencoba melestarikan mendoan dengan cara berjualan.

Tempat berjualan beliau di Jalan Sutoyo, Cilacap depan Bank BPD Jateng sudah menjadi tempat bersejarah bagi Ibu Supyah dalam mencari nafkah bagi anak-anaknya. Beliau tak pernah lelah dalam mencari nafkah, bagi beliau berjualan mendoan sudah menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Beliau berkata bahwa berjualan mendoan sudah menjadi hobi, jadi jika sehari saja beliau tidak berjualan, beliau merasa seperti ada yang hilang dalam kehidupannya. Itu yang selalu membuat Ibu Supyah tidak merasa lelah atau bosan selama menjadi penjual mendoan.

Ibu Supyah biasa berjualan dari pukul 12:00 – 21:00 WIB setiap harinya, kecuali pada Hari Raya, Ibu Supyah hanya libur sehari saja lalu keesokan harinya kembali berjualan. Harga yang dipatok oleh Ibu Supyah untuk satu potong mendoannya Rp1.000,00 karena sekarang bahan pokok sudah naik sehingga Ibu Supyah menaikkan harga sesuai dengan perkembangan ekonomi.

Pada awal berjualan Ibu Supyah menjualnya dengan harga Rp50,00 di tahun 1990, kemudian pada awal tahun 2000 harga naik menjadi Rp500,00 dan pada akhirnya menjadi Rp1.000,00. Begitulah mendoan membawa nostalgia Kota Cilacap kepada semua orang yang pernah singgah di Kota Cilacap dan sebagai sebuah penghidupan seseorang. (DTA)

You may also like...