Menteri Israel: “Gaza Bisa Menjadi Singapura Timur Tengah”

Avigdor Liberman, ministre israélien de la Défense

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman. © AFP 2017 Georges Gobet

Orang kata sifat penjajah memang begitu. Begitu lawan sudah tidak bisa ‘menang’, lantaran tidak dibantu siapa pun, bahkan penjajah didukung oleh dunia, maka munculah gagasan politis etis, macam yang dilakukan Kerajaan Belanda atas Indonesia dulu.  Karena itu tidak ada petir tidak hujan, Israel mengatakan kepada dunia akan mengubah Jalur Gaza menjadi surga ekonomi di Timur Tengah jika Hamas berhenti memperkuat kekuatan militernya, lewat Menteri Pertahanan Israel.

Israel akan membantu mengubah Jalur Gaza menjadi Singapura di Timur Tengah jika gerakan Hamas menghentikan akumulasi kekuatan militernya dan menolak terorisme, kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman.

“Ketika Hamas menghentikan kekuatannya, kita akan menjadi mitra dan mengubah Gaza menjadi Singapura di Timur Tengah. Rekonstruksi dan dukungan pelucutan senjata adalah masa depan Gaza, “kata Liberman dalam sebuah wawancara untuk situs web Coordination Units Coordinator (COGAT).

Menurutnya, negara Yahudi tersebut siap mempromosikan pembangunan ekonomi daerah kantong Palestina. Dia juga meluncurkan contoh konkret.

“Ketika Hamas menghentikan kegiatan teroris melawan Israel, subversi dan hasutan, kami akan segera membangun setidaknya dua pusat industri di wilayah ini, sehingga setidaknya 60.000 pekerjaan akan tercipta. Kami akan menjadi mitra dalam pembangunan bandara dan dalam perkembangan riil ekonomi, “tambahnya.

Inilah saatnya bagi Hamas untuk memikirkan masa depan anak-anak dan rakyat Gaza, kata menteri tersebut. Baginya, situasi di Gaza akan membaik jika Hamas menghentikan investasi “jutaan dolar” dalam “infrastruktur teroris”.

“Dalam beberapa bulan terakhir, jutaan dolar telah dialokasikan untuk pengembangan sayap militer Hamas, bukan infrastruktur air, air limbah dan energi. Semua uang itu dikeluarkan untuk produksi rudal, “kata menteri tersebut.

Hamas, yang dianggap oleh beberapa negara sebagai organisasi teroris, termasuk Amerika Serikat, telah berkuasa selama sekitar sepuluh tahun di Jalur Gaza. Yang terakhir hidup di bawah blokade dan isolasi dari dunia luar.

Tetapi ‘politik etis’ Israel ini tidak atau belum mendapatkan respon dari pihak Hamas atau Palestina. Bahkan sejumlah pemimpin Palestina menganggap pernyataan Menhan Israel itu hanyalah kicauan omong kosong. Karena, kata mereka, persoalan Palestina bukan kesejahteraan atau kemiskinan, tetapi bumi mereka diserobot di depan mata dunia internasional. (KY-35)

You may also like...