Menunggu Hasil Kajian, Wajan Raksasa dikelilingi Garis Polisi

KORANYOGYA – 26 April 2016 lalu, warga Purworejo, Jawa Tengah sempat dihebohkan dengan ditemukannya wajan raksasa berukuran panjang hampir 3 meter dan memiliki kedalaman hampir 1 meter. Wajan raksasa itu ditemukan di wilayah perkampungan Kutoarjo. Warga menemukan wajan raksasa itu secara tidak sengaja ketika salah satu warga sedang membangun rumah di lahan yang ia miliki. Dalam pengerjaannya, alat untuk menggali tanah membentur besi, pada awalnya warga mengira besi itu adalah pipa saluran air, namun saat diteruskan menggali, besi itu membentuk sebuah lingkaran, dan ternyata besi itu adalah wajan yang berukuran besar.

Wajan raksasa

Wajan raksasa

Saat itu juga pemilik tanah melaporkan penemuan ini ke dinas khusus yang menangani benda-benda bersejarah. Menindaklanjuti laporan warga tersebut, dinas terkait segera melaporkannya kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (BPCB). Kemudian BPCB menyarankan,  apabila pemilik tanah meminta untuk segera diambil, maka Dinas Kebudayaan akan mengambil tindakan, namun apabila pemilik tidak tergesa-gesa maka akan dilakukan penelitian di lokasi penemuan.

“Dikarenakan satu dua hal yang tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut di lokasi penemuan, Sekda memerintahkan kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga untuk bekerjasama dengan  instansi terkait. Misalnya, Dinas Perhubungan untuk mengevakuasi wajan raksasa yang waktu itu sangat sulit proses evakuasinya, sebab wajan tersebut tidak ringan, sehingga harus menggunakan derek,” tutur Pak Teguh,  salah satu anggota Dinas Kebudayaan dan Olahraga.

Evakuasi tersebut dimaksudkan untuk melindungi, menjaga dan dilakukannya proses penelitian. Hingga kini wajan raksasa tersebut disimpan di halaman Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purworejo dan masih dikelilingi garis polisi. “Pada proses evakuasi wajan raksasa ini, terdapat satu bagian kecil yang lepas dari wajan, kemudian bagian itu dikirim ke BPCB untuk dianalisis, dan dikaji. Benda bersejarah tersebut termasuk dalam benda purbakala jaman apa, background-nya bagaimana, geografisnya masyarakat waktu itu seperti apa dan lain-lain,” tambah Pak Teguh. Hasil dari kajian itu nantinya akan diserahkan kepada Bupati Purworejo untuk ditindaklanjuti mengenai peletakan dan perawatan wajan raksasa ini. (Endah)

You may also like...