Muslimah Kedua Menjadi Anggota Kongres Amerika

media

Ilhan Omar di pemutaran perdana “Time for Ilhan” di Festival Film Tribeca di New York, 21 April 2018. Astrid Stawiarz / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP

Koranyogya.com—Di Amerika Serikat, seorang wanita Amerika keturunan Somalia berusia 36 tahun mencatatkan garis baru dalam sejarah politik negara itu. Ilhan Omar memenangkan pemilihan anggota Kongres, Selasa, 14 Agustus di tubuh partai Demokrat di Minnesota. Hal ini membuatnya bisa terpilih menjadi anggota Kongres pada bulan November dan menjadi pengungsi pertama , pertama dan menjadi wanita Muslim kedua masuk DPR.

Ini adalah sebuah perjalanan yang layak dari impian Amerika Ilhan Omar. Lahir di Somalia, ia meninggalkan negara itu dengan keluarganya pada usia 8 tahun ketika perang saudara pecah. Dia menghabiskan 4 tahun di pengungsi Dadaab besar di Kenya utara, sebelum mendarat di Amerika Serikat, tanpa bisa berbicara barang sepatah kata Inggris.

Mereka mengatakan Ilhan Omar akan belajar bahasa dalam tiga bulan dan akan terlibat ke permainan politik dengan menerjemahkan debat pemilu kepada kakeknya.

Menetap di Minneapolis, ia menunjukkan keinginannya untuk terlibat, bergabung dengan berbagai organisasi, asosiasi, di sekolah menengahnya dan kemudian di tingkat lokal. Berbekal dengan beberapa penghargaan untuk aksi warga, Ilhan Omar menciptakan sensasi di 2016. Dia bergabung dengan Majelis Distrik Minneapolis dan menjadi Muslim pertama asal Somalia terpilih dalam sejarah Amerika.

Ketenarannya melejit. Wajahnya menjadi sampul majalah Time, syuting dalam sebuah klip video grup pop Maroon 5.

Ilhan Omar tidak selalu menghadapi jalan mulus. Menjadi sasaran kelompok sayap kanan Amerika, dia dituduh dibiayai oleh kelompok pejuang Palestina Hamas dan kejinya dia dituduh menikahi dua lelaki, satu di antaranya adalah saudara laki-lakinya.

Tetapi semua gosip dan fitnah tidak mencegahnya memasuki pintu Kongres. “Mari kita terus berjuang untuk demokrasi demi kemakmuran untuk semua,” kata Ilhan yang selalu bangga akan asal-usulnya, dan berseberangan dengan Presiden AS Donald Trump.

You may also like...