Paguyuban Dimas Diajeng DIY Dan Pelestarian Kuliner Indonesia

Koranyogya.com—Kuliner tradisional khas yang ada di beberapa daerah di Indonesia mulai kurang diminati dan berdampak pada punahnya jenis makanan tersebut. Seperti roti kembangwaru, makanan ini merupakan makanan khas Kotagede, Yogyakarta. Nama makanan ini telah lama tak muncul sebagai makanan khas Jogja, karena jumlah produsen kembangwaru yang sangat sedikit.

Kaito dan kembangwaru: sama-sama kembang (KY-Wilis)

Melalui sebuah acara yang bertajuk “2016 Kembangwaru Bersemi di Kotagede” Minggu (28/8/2016) paguyuban Dimas Diajeng DIY mengenalkan dan mengangkat kembali pamor kembangwaru sebagai kuliner khas Kotagede. Roti tradisional kesukaan para Raja mataram ini masih dibuat dan dilestarikan hingga saat ini oleh masyarakat Kotagede, hanya saja jumlah produsen yang sangat sedikit membuat keeksisan roti ini menjadi sangat menurun.

Acara yang dilaksanakan di Pendapa Ndalem Kajengan, Kotagede ini berhasil menyedot warga lokal maupun turis mancanegara untuk hadir dan mencicipi nikmatnya panganan yang berbentuk kembang waru ini. Turis mancanegara yang hadir diantaranya dari Jepang, Inggris, Australia, Jerman, dan Spanyol.

Di Indonesia banyak sekali makanan yang enak seperti kembangwaru ini, saya masih 3 minggu berada di Indonesia, tapi saya sudah belajar bahasa Indonesia selama 2 tahun di Tokyo” Ungkap Kaito, mahasiswa asal Jepang yang ditemui koranyogya.com.

Rombongan wisatawan Jepang memeriahkan acara Dimas Diajeng DIY (KY-Wilis)

Rangkaian acara berlangsung dari pukul 13.00 hingga 17.35. dimulai dengan Talkshow Kembang Waru oleh tiga narasumber, yaitu Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Perwakilan APJI (Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia), ICA (Indonesian Chef Association), dan salah satu Pegiat Kembangwaru tradisional yang masih bertahan hingga saat ini. Pengunjung juga dapat melihat langsung proses pembuatan 2016 kembangwaru oleh para pegita kembangwaru yang ada di Kotagede.

Selain livecooking kembangwaru, ada juga demo memasak kembangwaru konvensional oleh Pegiat Kembangwaru dan demo memasak kembangwaru inovatif oleh Professional Chef, penampilan kesenian tradisional setempat, dan Lifetime Achievement Award bidang kuliner untuk Pegiat Kembangwaru sebagai bentuk apresiasi dari Dimas Diajeng Jogja. (Wilis)

You may also like...