Pakaian dan Sepatu Nike Dilarang di Tempat Kerja Tertentu di Amerika Serikat

Gambar mungkin berisi: 1 orang, luar ruangan

AP

Koranyogya.com–Setelah kampanye iklan Nike yang dibintangi Colin Kaepernick, banyak organisasi melarang untuk mengenakan merk ini.

Sejak Nike telah memilih Colin Kaepernick sebagai wajah baru kampanye “Just do it”, kubu konservatif Amerika memberontak melawan merk pakaian olahraga raksasa ini. Pemain sepak bola Amerika memancing kemarahan kaum Republik lantara dia berlutut di lagu kebangsaan sebelum pertandingan, sebagai protes terhadap rasisme dan kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam.

Dengan aksi berlututnya itu, Kaepernick akan kehilangan respek, terhadap bendera, tentara, warga seluruh Amerika Serikat, atau ketiganya sekaligus. Setelah penayangan kampanye Nike, ratusan pengguna internet menyatakan ketidakpuasan mereka di jejaring sosial.

Tidak ada sepatu untuk petani
Setelah epidemi penghancuran sepatu, boikot yang lebih terorganisir mulai terbentuk. Texas Farm Bureau, sebuah organisasi yang mewakili kepentingan petani Texas, mengumumkan hari Sabtu bahwa sekarang melarang karyawannya mengenakan pakaian Nike selama jam kerja mereka. Secara resmi, tujuannya adalah untuk “menjauhkan perusahaan dari kontroversi”.

Jika kita harus mengakui bahwa petani Texas bukan target dari merek sepatu kets, mereka bukan satu-satunya yang mengatur boikot. Mississippi Department of Public Safety telah mengumumkan dalam siaran pers bahwa mereka tidak akan membeli apa pun dari merk itu. Agen federal, yang mengawasi Departemen Keamanan Dalam Negeri, patroli jalan raya, kantor investigasi dan regu narkoba di negara bagian Mississippi, bermotif politik karena keputusan tersebut. Dalam pernyataannya, Komisaris Marshall Fisher menjelaskan bahwa dia menolak untuk “mendukung merk yang tidak mendukung polisi dan tentara kita.” Dia didukung dalam pendekatannya oleh gubernur Mississippi, Phil Bryant.

Nike harus bertahan dari boikot-boikot ini, di saat justru capaiannya di pasar bursa Kamis kemarin lagi bagus-bagusnya.

You may also like...