Paris Bertabur Bangkai Mobil Akibat Amukan ‘Rompi Kuning’

Pada hari Sabtu, 1 Desember , gerakan “Rompi Kuning” beraksi lagi. Kali ini tajuk mereka adalah “ACT 3”, seperti yang diungkapkan oleh anggotanya, ditandai dengan kekerasan. Di Paris, kelompok-kelompok ekstremis, serta kelompok-kelompok lain, menetaskan kepanikan terutama dengan menghancurkan banyak kendaraan.

Jawaban protes oleh pesiden Emmanuel Macron pada Senin, 27 November kepada “Rompi Kuning” ternyata tidak cukup untuk menenangkan konflik sosial yang membusuk Prancis selama 2 minggu. Meskipun mobilisasi ke bawah pada tingkat nasional dengan 136.000 pemrotes kemarin berbanding 166.000 pada 24 November dan 282.000 pada 17 November, kemarahan kian memuncak.

Di Paris, para perusuh dan kelompok-kelompok lain yang disebutkan dalam pendahuluan menghancurkan semua yang bisa raih di jalan mereka: skuter, jendela toko, furnitur jalanan, dll. Slogan-slogan anarkis dan anti-kapitalis juga terlihat.

Sepanjang hari kemarin, saluran berita menyampaikan gambar kehancuran yang mengingatkan pada bulan Mei 1968. Beberapa “Rompi Kuning”, tampaknya minoritas, juga berpartisipasi dalam degradasi yang mengesankan. Radikalisasi ini menandai titik balik penting dalam gerakan “Rompi Kuning”, menolak kenaikan harga BBM, mengarah pada pemakzulan presiden.

Ini adalah adegan perang gerilya kota di mana penduduk arondisemen ke-8 dan 16 Paris hadir, belum lagi sektor department store. Markas besar polisi Paris melaporkan laporan 133 orang terluka dan 412 orang ditahan polisi. Untuk keseimbangan material, sulit untuk menetapkan saat ini.

Tanpa perbedaan kelas, pendemo menyerang semua jenis mobil. Dianggap sebagai tanda-tanda kekayaan asing, beberapa mobil prestise telah dirusak di jalan Kléber.

Setelah evakuasi lapangan Etoile oleh polisi, sore kemarin, bentrokan terus terjadi di daerah Arc de Triomphe. Gambar-gambar dalam artikel media menunjukkan adegan kesedihan.

Apa jawaban baru yang akan dimunculkan Emmanuel Macron setelah hari yang menyedihkan ini? Pemerintah harus turun tangan pada awal minggu. Entah itu presur, ataukah pemberlakukan keadaan darurat negara.

Foto: LesVoitures.com

You may also like...