Perancang Otomotif Saran Diakité Kaba, Perempuan yang Memegang Komando

Saran Diakité Kaba, designer automobile chez PSA, à Vélizy-Villacoublay, le 25 janvier 2018 © ERIC PIERMONT AFP/Archives

Saran Diakité Kaba, perancang otomotif PSA, di Velizy-Villacoublay, 25 Januari 2018 © ERIC PIERMONT AFP / Arsip

“Seyogyanya perempuan mampu melakukan apa yangi diinginkannya ketika bangun tidur pagi hari,”kata Saran Diakité Kaba sambil tersenyum, seorang desainer yang merancang posisi mengemudi mobil di grup otomotif PSA dan memimpikan paritas di dunia pria ini.

Pada usia 39, dia memimpin sebuah tim internasional yang terdiri lebih dari 300 orang di produsen otomotif Eropa kedua (Peugeot, Citroën, Opel …), situasi yang jarang terjadi di industri dimana kurang dari 20% posisi ditempati oleh perempuan. Bahkan posisi itu melingkupi pimpinan.

Ibu dua anak ini mengatakan bahwa dia tidak suka membicarakan dirinya. Dia tetap menjadi sorotan sejak terpilih sebagai “wanita tahun ini” pada tahun 2017 oleh asosiasi Wave yang mempromosikan kesetaraan gender dalam industri otomotif.

Media memintanya untuk diwawancarai, tapi tidak hanya itu. “Saya dihubungi oleh banyak wanita yang perlu berbicara dengan saya mengenai kondisi mereka sendiri,” katanya dalam sebuah wawancara dengan AFP di situs PSA di Vélizy, di barat daya. dari Paris

Dia bekerja untuk pengembangan “kokpit” otomotif, sektor penting untuk PSA yang inovasi blok instrumentasi dari Peugeot 3008 dan DS7 Crossback baru-baru ini dipuji oleh pers khusus otomotif.

Berambut pendek dan kacamata bundar tebal, Saran Diakité Kaba tersenyum lebar. Sikap dan penampilannya mencerminkan kekuatan karakternya.

Pandangan pemindai

“Secara pribadi, saya tidak pernah memberikan komentar seksis,” katanya. “Saya mewakili minoritas lain yang terlihat yang dikenai jenis ucapan lainnya … Di sini, kita berbicara tentang wanita, kita juga bisa membicarakan orang kulit hitam, saya wanita, saya hitam (…) Komentar rasis untuk semua, sejak awal masa kanak-kanak, begitulah cara kita hidup bersama. “

Dia mengatakan “tampilan pemindai” yang dia hadapi selama berbagai wawancara kerja, tapi “tidak di PSA”, di mana dia bergabung dengan grup otomotif ini pada tahun 2011.

Ketidakpercayaan perekrut justri ternyata menguntungkannya. Karena kesan awal yang mereka miliki tentang dia tampak “sangat lemah, mau tidak mau mereka sangat terkejut,” kata Saran Diakité Kaba, menyadari diriny memiliki “portofolio yang menarik”.

Baginya, menjadi bagian dari minoritas tidak berarti harus gampan
takluk. “Perasaan dominasi adalah sesuatu yang sangat internal, dan jika Anda tidak ingin didominasi, Anda harus keluar dari pola ini dan memutuskan untuk tidak didominasi,” katanya.

Ayahnya, seorang insinyur dari Guinea, dan ibunya, seorang guru dari Guyana Prancis, memberinya “pendidikan yang tidak berorientasi pada jenis kelamin”.

Tari dan bela diri

“Saya bermain sepak bola dan bela diri, tapi saya juga melakukan ice skating dan menari, dan saya tidak pernah terpesona oleh dunia otomotif,” katanya. Di sisi lain, dia suka mengendarai sepeda motor dan jengkel pada seksisme akan mainan anak-anak di toko mainan.

Saran Diakité Kaba, yang tumbuh di antara Prancis metropolitan dan hutan Amazon, bukanlah orang yang bisa terjebak dalam skema orang lain. Remaja, dia memilih untuk lulus SMA sastra dengan minat seni. “Ini mengecewakan orang tua saya yang menginginkan saya memiliki ijazah sains,” katanya.

“Kemudian, saya kuliah di sekolah desain industri”, National School of Industrial Creation (ENSCI), dengan kecewa ayah saya yang menginginkan saya kuliah di Politeknik, seperti dia “, salah satu sekolah tinggi yang paling bergengsi di Prancis

Sebagai pemusik, dia pernah belajar di Konservatorium Argenteuil dekat Paris, dia bermain piano, bernyanyi, dan senang menulis lagu, bekerja selama studinya untuk membayar uang sewa apartemen. Dia mendirikan perusahaannya di bidang desain suara dan kliennya meliputi pengusaha-pengusaha di bidang tarian, teater, peragaan busana … Sebelum meninggalkan semuanya selama beberapa bulan untuk bergabung dengan sebuah kelompok ilmiah yang mempelajari paus bungkuk, di sebuah pulau di Selat Magellan, di Patagonia.

Setelah tujuh tahun bekerja di berbagai perusahaan desain, ia akhirnya bergabung dengan grup PSA.

Saat ini, dia mengharapkan kaum perempuan untuk berorientasi ke sektor industri, di sana pikiran mereka dibutuhkan. “Fungsi teknis tidak memiliki jenis kelamin,” katanya.

PSA, yang hanya memiliki 18,6% wanita dalam angkatan kerjanya, meningkatkan inisiatif untuk memperkerjakan kaum perempuan. “Di sektor otomotif, ada banyak perempuan sebagai pembeli, perusahaan haruslah memperhitungkan aspek pembeli perempuan. Karena itu tim capuran, lelaki dan perempuan, akan menghasilkan kinerja yang lebih baik,” kata Xavier Guisse, yang bertanggung jawab atas aspek sosial Grup PSA. (KY-98)

You may also like...