Pesta Rakyat Aliansi Mahasiswa UGM: Meminta Kebijakan Yang Belum Bijaksana

20160502_101418

KORANYOGYA — Tepat pada hari Senin tanggal 2 Mei 2016, suasana kampus kerakyatan yang biasa dikenal Universitas Gadjah Mada, berbeda dari biasanya. Ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas, bersama dengan tenaga pendidik, menggelar aksi dengan tema Pesta Rakyat Gadjah Mada. Mereka semua menyatukan suara dan berkumpul di Balairung.

Ribuan mahasiswa UGM yang melakukan aksi meminta kebijakan dari Rektor, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D mengenai sistem Uang Kuliah Tunggal yang rencananya nai pada tahun ini, penerapan uang pangkal bagi mahasiswa jalur ujian mandiri dan terkait relokasi kantin sosio humaniora (bonbin). Lalu pencairan tunjangan kinerja bagi tenaga pendidi yang tidak dibayarkan selama tiga semester dan terkait beasiswa PPA dan BBP-PPA.

Ribuan mahasiswa UGM merasa keberatan adanya sistem Uang Kuliah Tunggal yang dianggap sangat tinggi dan dianggap tidak sesuai dengan hitungan per kapita dari gaji orangtua sampai tanggungan keluarga. Apalagi adanya mekanisme mengenai penurunan UKT yang dipersulit dari pihak kampus, juga menolak rencana kenaikan UKT pada tahun ini, sebab dinilai akan semakin memberatkan mahasiswa.

Terkait semua masalah ini akhirnya sudah menemukan titik terang, pada sore harinya Ibu Dwikorita membacakan keputusan yang sudah dirundingkan bersama petinggi UGM lainnya, yaitu tidak jadinya penaikan UKT pada tahun ini, tidak diberlakukannya uang pangkal pada jalur mandiri. Relokasi kantin sosio humaniora masih dalam tahap perundingan dan juga terkait beasista PPA dan BBP-PPA yang seharusnya tahun ini ada menjadi tidak ada. Lalu akan digantikannya beasiswa lain dengan kuota yang sama seperti beasiswa PPA dan BBP-PPA. (Widya)

You may also like...