Prancis Kerahkan 50.000 Anggota Polisi Untuk Amankan Pilpres 23 April 2017

La police française

Kemendagri Prancis  mengumumkan bahwa untuk memperkuat keamanan dalam negeri, terutama setelah ditangkapnya dua tersangka terorisme pada saat pilpres Prancis berlangsung, dan menurut pengakuan kedua teroris itu calon presiden yang mereka incar untuk dibom adalah François Fillon.

Pihak otoritas Perancis berencana menurunkan sekitar 50.000 tentara, polisi dan gendarme selama dua putaran pilpres, yakni pada 23 April dan 7 Mei depan, kata Mendagri Prancis Matthias Fekl, Selasa kemarin.

“Lebih dari  50 000 anggota polisi,tentaram dan gendarme akan disiagakan penuh untuk setiap putaran pilpres di seluruh wilayah Prancis. Pengerahan kekuatan ini untuk menjamin demokrasi berjalan di negeri ini dan untuk mencegah teroris merusak dan mencederai demokrasi,” kata Matthias Fekl dalam pers rilis kemarin.

François Fillon

François Fillon sasaran utama teroris dalam pilpres Prancis 23 April 2017 (Reuters)

Dia mengatakan bahwa penangkapan di Marseille, 5 hari sebelum pilpres putaran pertama, dua orang radikalis berkebangsaan Prancis yang mempersiapkan serangan terorisme. Kedua teroris itu adalah Clément B., 23 tahun, dan Mahiedine M., 29 tahun, ditangkap oleh dinas rahasia dalam negeri Prancis (DGSI).

Baru-baru ini DGSI menyatakan bahwa ara calon presiden Prancis dan tim kampanye mereka memiki risiko tinggi untuk diserang kelompok bersenjata. Para pengawal calon presiden François Fillon juga menyatakan bahwa calon presiden dari sayap kanan ini sangat berisiko diserang teroris.

You may also like...