Presiden Baru Rumania Sapu Bersih Koruptor

Sejak medio-Januari kemarin, kegarangan pengadilan antikorupsi Rumania benar-benar membuat para koruptor berkeringat dingin. Semua disapu tanpa pandang bulu dan masa lalu. Memang belum ada yang dihukum mati, tapi palu vonis sungguh membuat kepala puyeng: hukuman berkisar 4 tahun s.d 22 tahun.

Seorang mantan Menteri Perekonomian didakwa melakukan penyalahgunaan kekuasaan, langsung dijebloskan ke penjara. Seorang boss media dituduh melarikan fiskal, masuk penjara. Seorang hakim Mahkamah Konstitusi ditangkap karena korupsi, juga dijebloskan ke penjara. Belum lagi hakim dan jaksa mafia kasus di pengadilan-pengadilan yang sudah dijebloskan ke penjara.

Jadi, tidak aneh seperti mantan-mantan menteri, pengusaha, dan hakim-jaksa berada dalam satu sel untuk menanti putusan vonis. Para koruptor ini ibarat belalang yang dirontokkan oleh angin topan.  Seorang hakim yang memainkan vonis-vonisnya, diganjar 22 tahun kurungan. Sejumlah mantan menteri dijatuhi vonis 4-5 tahun kurungan karena menjual rahasia proses privatisasi. Setelah itu, sekitar 10 mantan menteri dijebloskan ke bui untuk beberapa tahun. Daftar ini akan semakin memanjang gara-gara penerapan kitab pidana yang baru, yang di antaranya menyebutkan akan ada pengurangan hukuman bagi mereka yang kooperatif membongkar kasus korupsi. Maka, mantan Menkoninfo Rumania, Gabriel Sandu, menyatakan diri pernah menyogok 5 juta euro ke para petinggi Partai Demokrat demi mengamankan jabatannya.

Vasil Avran, presiden persatuan wasita sepakbola kepergok disuap 19 ribu euro oleh sponsor Liga Premier Rumania

Vasil Avram, presiden persatuan wasit sepakbola kepergok disuap 19 ribu euro oleh sponsor Liga Premier Rumania

Dan puncak kegemparan dari pengakuan pelaku korupsi adalah pengakuan Elena Udrea, mantan Menteri Pariwisata yang mandat kekuasaannya habis Desember kemarin. Dalam sebuah wawancara dengan situs Hotnews, dia menuduh boss dinas rahasia Rumania saat ini pernah meminta 500 ribu euro untuk membiayai sebuah televisi swasta. Tapi serta merta Udrea kena tuduhan melakukan pencucian uang untuk lingkungan politisi, pengadilan, dan pebisnis. Pembongkaran korupsi Rumania ini, konon, barulah awal, yang tampak baru pucuk gunung es, karena lapis, dari pebisnis hingga polisi, entah kiri atau kanan, tengah antri menanti giliran diperiksa.

Dulu dikenal sebagai negara yang tingkat korupsinya setinggi langit, maka dalam beberapa tahun belakang, Rumania menjadi bintang pembasmi korupsi yang tidak setengah hati. Di balik sapu bersih ini, tersebutlah Klaus Yohannis, presiden baru Rumania itu sudah menunggangi kuda perangnya untuk mengejar para koruptor.

Meski ada juga yang mencemaskannya bahwa kelonggaran akses televisi masuk ke kasus-kasus korupsi karena itu akan mencap Rumania sebagai negeri maling. Seperti yang dilakukan Silvio Berlusconi, begitu naik tampuk kekuasaan barulah kemudian operasi tangan bersih dilaksanakan. Artinya, pemberantasan korupsi harus menghitung ‘musimnya’. Tetapi Klaus Yohannis justru berbeda dengan Berlusconi, dia selalu peluang menyikat para koruptor. Maka diprediksi dalam 5 tahun ke depan dia adalah tokoh terpopuler dan berkuasa penuh.

Apa yang dilakukan Klaus Yohannis wajar, sebab kampanyenya Oktober kemarin adalah: dia akan berantas korupsi habis-habisan.

 

You may also like...

Leave a Reply